Translate

Kamis, 05 Maret 2015

Bakti Anak Terhadap Ibu Yang Cacat Mental

Bakti Seorang Anak Kepada Ibunya yang Memiliki Keterbelakangan Mental
Salah seorang dokter bercerita tentang kisah sangat menyentuh yang pernah dialaminya…
Hingga aku tidak dapat menahan diri saat mendengarnya…
Aku pun menangis karena tersentuh kisah tersebut…

Dokter itu memulai ceritanya dengan mengatakan :“Suatu hari, masuklah seorang wanita lanjut usiake ruang praktek saya di sebuah Rumah Sakit.

Wanita itu ditemani seorang pemuda yang usianya sekitar 30 tahun. Saya perhatikan pemuda itu memberikan perhatian yang lebih kepada wanita tersebut dengan memegang tangannya, memperbaiki pakaiannya, dan memberikan makanan serta minuman padanya…

Setelah saya menanyainya seputar masalah kesehatan dan memintanya untuk diperiksa, saya bertanya pada pemuda itu tentang kondisi akalnya, karena saya dapati bahwa perilaku dan jawaban wanita tersebut tidak sesuai dengan pertanyaan yang ku ajukan.

Pemuda itu menjawab :“Dia ibuku, dan memiliki keterbelakangan mental sejak aku lahir”

Keingintahuanku mendorongku untuk bertanya lagi : “Siapa yang merawatnya?”Ia menjawab : “Aku”

Aku bertanya lagi : “Lalu siapa yang memandikan dan mencuci pakaiannya?”

Ia menjawab : “Aku suruh ia masuk ke kamar mandi dan membawakan baju untuknya serta menantinya hingga ia selesai. Aku yang melipat dan menyusun bajunya di lemari. Aku masukkanpakaiannya yang kotor ke dalam mesin cuci dan membelikannya pakaian yang dibutuhkannya”

Aku bertanya : “Mengapa engkau tidak mencarikan untuknya pembantu?”

Ia menjawab : “Karena ibuku tidak bisa melakukan apa-apa dan seperti anak kecil, aku khawatir pembantu tidak memperhatikannya dengan baik dan tidak dapat memahaminya, sementara aku sangat paham dengan ibuku”

Aku terperangah dengan jawabannya dan baktinya yang begitu besar..

Aku pun bertanya : “Apakah engkau sudah beristri?”

Ia menjawab : “Alhamdulillah,aku sudah beristri dan punya beberapa anak”

Aku berkomentar : “Kalau begitu berarti istrimu juga ikut merawat ibumu?”

Ia menjawab : “Istriku membantu semampunya,dia yang memasak dan menyuguhkannya kepada ibuku. Aku telah mendatangkan pembantu untuk istriku agar dapat membantu pekerjaannya. Akan tetapi aku berusaha selalu untuk makan bersama ibuku supaya dapat mengontrol kadar gulanya”

Aku Tanya : “Memangnya ibumu juga terkena penyakit Gula?”

Ia menjawab : “Ya, (tapi tetap saja) Alhamdulillah atas segalanya”

Aku semakin takjub dengan pemuda ini dan aku berusaha menahan air mataku…

Aku mencuri pandang pada kuku tangan wanita itu, dan aku dapati kukunya pendek dan bersih.
Aku bertanya lagi : “Siapa yang memotong kuku-kukunya?”

Ia menjawab : “Aku. Dokter, ibuku tidak dapat melakukan apa-apa”

Tiba-tiba sang ibu memandang putranya dan bertanya seperti anak kecil : “Kapan engkau akan membelikan untukku kentang?”

Ia menjawab : “Tenanglah ibu, sekarang kita akan pergi ke kedai”

Ibunya meloncat-loncat karena kegirangan dan berkata : “Sekarang…sekarang!”

Pemuda itu menoleh kepadaku dan berkata : “Demi Allah, kebahagiaanku melihat ibuku gembira lebih besar dari kebahagiaanku melihatanak-anakku gembira…”

Aku sangat tersentuh dengan kata-katanya…

dan aku pun pura-pura melihat ke lembaran data ibunya.Lalu aku bertanya lagi : “Apakah Anda punya saudara?”

Ia menjawab : “Aku putranya semata wayang, karena ayahku menceraikannya sebulan setelah pernikahan mereka”

Aku bertanya : “Jadi Anda dirawat ayah?”

Ia menjawab : “Tidak, tapi nenek yang merawatku dan ibuku. Nenek telah meninggal – semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmatinya – saat aku berusia 10 tahun”

Aku bertanya : “Apakah ibumu merawatmu saat Anda sakit, atau ingatkah Anda bahwa ibu pernah memperhatikan Anda? Atau dia ikut bahagia atas kebahagiaan Anda, atau sedih karena kesedihan Anda?”

Ia menjawab : “Dokter…sejak aku lahir ibu tidak mengerti apa-apa…kasihandia…dan aku sudah merawatnya sejak usiaku 10 tahun”

Aku pun menuliskan resep serta menjelaskannya…

Ia memegang tangan ibunya dan berkata : “Marikita ke kedai..”

Ibunya menjawab : “Tidak, aku sekarang mau ke Makkah saja!”

Aku heran mendengar ucapan ibu tersebut…

Maka aku bertanya padanya : “Mengapa ibu ingin pergi ke Makkah?”

Ibu itu menjawab dengan girang : “Agar aku bisa naik pesawat!”

Aku pun bertanya pada putranya : “
Apakah Anda akan benar-benar membawanya ke Makkah?”

Ia menjawab : “Tentu…aku akan mengusahakan berangkat kesana akhir pekan ini”

Aku katakan pada pemuda itu : “Tidak ada kewajiban umrah bagi ibu Anda…lalu mengapa Anda membawanya ke Makkah?”

Ia menjawab : “Mungkin saja kebahagiaan yang ia rasakan saat aku membawanya ke Makkah akan membuat pahalaku lebih besar daripada aku pergi umrah tanpa membawanya”.

Lalu pemuda dan ibunya itu meninggalkan tempat praktekku.

Aku pun segera meminta pada perawat agar keluar dari ruanganku dengan alasan aku ingin istirahat…
Padahal sebenarnya aku tidak tahan lagi menahan tangis haru…

Aku pun menangis sejadi-jadinya menumpahkan seluruh yang ada dalam hatiku…

Aku berkata dalam diriku :
“Begitu berbaktinya pemuda itu, padahal ibunya tidak pernah menjadi ibu sepenuhnya…
Ia hanya mengandung dan melahirkan pemuda itu…

Ibunya tidak pernah merawatnya…
Tidak pernah mendekap dan membelainya penuh kasih sayang…
Tidak pernah menyuapinya ketika masih kecil…
Tidak pernah begadang malam…
Tidak pernah mengajarinya…
Tidak pernah sedih karenanya…
Tidak pernah menangis untuknya…
Tidak pernah tertawa melihat kelucuannya…
Tidak pernah terganggu tidurnya disebabkan khawatir pada putranya…
Tidak pernah….dan tidak pernah…!
Walaupun demikian…
pemuda itu berbakti sepenuhnya pada sang ibu”.
bagaimana dengan kita?,mks

Rabu, 04 Maret 2015

BerHarap

Harapan
Sahabat...
Di antara kita mungkin ada yang mengatakan,

💡 إِنَّا إِلَى اللَّهِ رَاغِبُونَ...

"Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah..."

Namun, ia masih banyak menggantungkan harapannya kepada selain Allah...
Namun, ia masih saja terus berusaha mencari keridhoan selain Allah...
Namun, rindunya kepada makhluk, jauh... jauh lebih besar dibanding kepada Allah...
Namun, jatah waktunya lebih banyak dipakai untuk makhluk ketimbang kepada Allah...
Namun, menit dan jamnya banyak dihabiskan untuk sesuatu selain membaca ayat-ayat Allah...

Lalu dimanakah bentuk "pengharapan" yang kau katakan itu???

Sahabat...
Di antara kita mungkin ada yang mengatakan,

💡وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌَ...

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu adalah lebih baik..."

Namun, engkau lebih mementingkan urusan dunia mu ketimbang urusan akhirat...
Namun, engkau masih menyibukkan dirimu dengan urusan dunia ketimbang urusan akhirat..
Namun, engkau masih suka bermaksiat...
Namun, engkau lebih sering datang berjamaah dengan terlambat...
Namun, engkau selalu mengabaikan adzan dan iqomat...
Lalu, apakah dunia itu lebih baik, atau kah akhirat yang lebih baik???,mks

Kisah Cinta Monyet VS Singa


KISAH CINTA MONYET DAN SINGA

Sepasang suami istri pergi ke kebun binatang. Mereka melihat seekor monyet sedang bercengkerama dengan pasangannya. Si Istri berkata: "Duhai indahnya cerita cinta mereka".

Ketika mereka pergi ke kandang singa, mereka melihat singa jantan duduk termenung sedangkan pasangannya berada agak jauh darinya. Si Istri berkata: "Betapa menyedihkan kisah cinta mereka".

Si suami berkata: " Lemparkan botol kosong ini kepada singa betina itu. Lalu lihatlah apa yang akan dilakukan oleh singa jantan".

Si Istri pun melemparnya. Dengan serta merta singa jantan bergerak dan mengaum marah untuk menjaga singa betina.

Tapi, ketika si Istri melempar sebuah botol kosong ke kandang monyet, spontan saja monyet jantan melompat dan kabur agar tak terkena botol dengan meninggalkan monyet betina.

Si Suami lalu berkata: "Janganlah kamu tertipu oleh apa yang diperlihatkan orang di hadapanmu. Karena ada orang yang menipu orang lain dengan perasaan yang palsu penuh kebohongan. Dan ada pula yang membiarkan perasaannya tertutupi di dalam hati yang penuh cinta".

Alangkah banyaknya monyet, dan betapa sedikitnya singa di sekitar kita... Semoga kita mampu menjadi singa bagi pasangan kita, آَمِيّـٍـِـنْ يَآرَبْ آلٌعَآلَمِِيِنْ

KeUtamaan Orang Tua


🍂Keutamaan Berbuat Baik Kepada Orang Tua🍂

🍀 Dalam Q.S Al Isra: 23-24, Allah Swt berfirman:   

"Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah"dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.  Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah : "Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." "

🍀 Dari ayat diatas terlihat jelas bagaimana pentingnya kedudukan orang tua di sisi Allah Swt. Jika mereka sudah diambang senja, janganlah kita menghardik, mencaci, memukul, serta melakukan perbuatan-perbuatan keji lainnya. Mengucapkan kata "ah" saja terlarang apalagi perbuatan-perbuatan yang lebih daripada itu. Yang patut dilakukan adalah berbicara kepada mereka dengan lemah lembut, bersikap rendah diri, bersuara tidak melebihi suara mereka, itu semua merupakan akhlak utama seorang anak.

🍂Beberapa Keutamaan Berbuat Baik Kepada Orang Tua
🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

♻Berbakti kepada orangtua termasuk perbuatan yang diutamakan dan amalan yang paling dicintai oleh Allah swt

📃Dari Abdullah bin Masud :
"Aku pernah bertanya kepada Nabi SAW amal yang manakah yang paling dicintai oleh Allah Swt? 
"Shalat pada waktunya". Jawab beliau.
Aku bertanya lagi: "Kemudian amal apa?"
"Berbuat baik pada orang tua." Jawab beliau.
Aku bertanya lagi: "Sesudah itu amal apa?"
"Jihad di jalan Allah Swt". (H.R Bukhari Muslim)

Dalam hal ini, kasih sayang kepada Ibu lebih utama. Mengingat begitu beratnya perjuangan seorang ibu sejak ia mengandung sampai melahirkan, serta memenuhi semua keperluan seorang anak tanpa pernah merasa bosan dan lelah.

📃Dari Abu Hurairah :
Telah datang seorang laki-laki menghadap Rasulullah Saw, lalu bertanya : "Wahai Rasulullah siapakah yang paling berhak aku pergauli dengan baik?"
"Ibumu!". Jawab beliau
Kemudian ia bertanya lagi "Sesudah itu siapa?"
"Ibumu!". Jawab beliau.
Ia bertanya lagi: "Sesudah itu siapa?"
"Ibumu!" Jawab beliau
Ia bertanya lagi :"Sesudah itu siapa?"
"Bapakmu!". (H.R Bukhari Muslim)

♻Berbakti kepada orangtua merupakan penebus dosa besar

📃Ibnu Umar berkata:
"Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi Muhammad Saw dan berkata: "Saya telah melakukan suatu dosa besar, apakah mungkin dosa itu diampuni?"
Rasul bertanya:"Apakah kedua ibu-bapakmu masih hidup?"
Lelaki itu manjawab dengan sedih: "Keduanya telah meninggal dunia."
Rasulullah Saw bertanya lagi: "Apakah kau punya saudara ibu? "
"Ya, punya." jawab lelaki itu.
Maka kembali Rasul bersabda: "Baktikanlah dirimu kepadanya." (HR. At Turmudzi, Ibnu Hibban dan Al-Hakim).

♻Akan dipanjangkan usianya dan dilimpahkan rezekinya

📃"Siapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dilimpahkan rejekinya, hendaklah ia berbakti kepada kedua ibu-bapaknya dan memelihara silaturahmi". (HR. Ahmad)

♻Keridhaan Allah Swt ada dalam keridhaan orangtua

📃"Siapa yang membuat kedua ibu-bapaknya senang dan ridha, maka ia telah membuat Allah senang dan ridha padanya. Dan barangsiapa membuat marah orang tuanya, maka berarti ia telah membuat murka Allah". (HR. Ibnu Najjar)

♻Dan termasuk dosa besar bila seorang anak berbuat durhaka kepada orang tuanya

📃Rasulullah Saw bersabda :
"Termasuk dosa besar ialah seorang yang mencaci maki orang tuanya". Seseorang lalu bertanya: "Mungkinkah ada seseorang mencaci maki orang tuanya?"
Jawab beliau : "Ada!  Dia mencaci maki bapak seseorang lalu orang itu membalas memaki bapaknya.  Dia mencaci maki ibu seseorang lalu orang itu membalas memaki ibunya". (HR Bukhari Muslim),mks

Semut

💌 Belajar Dari Semut

Tadi malam..
Syaikh Abdurrozaq memanggil ana..
Badrusalam kemari..
Iya syaikh jawabku..
ana mau cerita padamu..
Agar kamu tertawa tapi berfaidah..
Cerita apa syaikh ? jawabku..
Syaikh berkata..
Tadi sore.. Ana merenung sendirian di apartemen ini..
ana berada di tingkat 35 setinggi ini..
Kira kira ada semut tidak ya..
Aku melihat ke lantai..
Ternyata ada semut..
Hehehe.. Akupun tertawa..
Syaikh berkata..
Di sini ada faidah yang bermanfaat..
Lihatlah.. Semut ini naik ke tingkat setinggi ini untuk mencari makanan..
Iya semangat dalam hidupnya untuk sesuatu yang bermanfaat..
Sementara banyak orang bermalas malasan di rumahnya..
Dahulu..
Ada seseorang ditanya..
Dari mana kamu belajar kesabaran ?
Ia menjawab: Dari semut..
Aku melihat semut yang membawa roti ke atas..
Berkali kali ia jatuh..
Namun tak pernah berputus asa..
Akhirnya berhasil juga..

Itulah kawan..
Sepenggal cerita indah..
Disaat bersantai dengan beliau..
Dalam bercanda pun beliau tetap memberi faidah..
Subhanallah..
Walhamdulillah..

✏ Ditulis oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Senin, 02 Maret 2015

5 Hal Utama

5 Hal Utama
Setiap pribadi pasti menginginkan kesuksesan, sukses di dunia dan sukses di akhirat...
Untuk menuntun kita menghadapi kehidupan yang semakin luar biasa ini, kita juga haus akan motivasi bagaimana seharusnya sikap dan tingkah laku kita terhadap sesama.

Sahabat Abu Hurairah RA pernah menceritakan 5 wasiat Rosululloh SAW untuk bisa kita amalkan dan motivasi luar biasa untuk kita;

Pertama :
Jagalah dirimu dari perbuatan yang haram, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling baik dalam ibadahnya.
》haram dimaksud menjaga dari makanan dan perbuatan. Berikhtiarlah semaksimal mungkin untuk mengenal lebih jauh mana perintah dan mana larangan Allah.

Kedua :
Puaslah terhadap karunia yang Allah berikan kepadamu niscaya kamu akan menjadi orang yang paling kaya.
》 merasa puas dengan karunia Allah merupakan hakekat dari kaya, qonaah adalah sikap ridha terhadap karunia Allah. Kekayaan dan ketenangan jiwa lebih kita butuhkan dan akan lebih membawa keberkahan.

Ketiga :
Berbuat baiklah terhadap tetanggamu, niscaya kamu akan menjadi mukmin sejati.

Keempat :
cintailah manusia sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri, maka kamu akan menjadi muslim sempurna.

Kelima :
Janganlah banyak bergurau, karna bergurau akan mematikan hati.
》keceriaan dan kegembiraan memang kita butuhkan, akan tetapi banyak bergurau yang akhirnya akan mematikan hati dan berbuat dusta harus dikurangi sebagai wujud penjagaan diri.

Lima kunci sukses wasiat Rosul, semoga bisa kita jadikan motivasi diri untuk menuju kesuksesan hidup sejati.mks

Minggu, 01 Maret 2015

PerjalananTerjauh

Perjalanan Terjauh
Wahai anakku …
Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke MASJID.

Betapa banyak orang yang kaya raya tidak sanggup untuk mengerjakannya. Jangankan sehari lima waktu, seminggu sekali pun terlupa. Tidak jarang pula seumur hidup, tidak pernah singgah ke sana.

Orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu melakukannya. Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke universitas di Eropa, Australia ataupun Amerika.

Mampu melangkahkan kaki ke Jepang, cina dan Korea dengan semangat yang membara, namun ke masjid, tetap saja perjalanan yang tidak mampu mereka tempuh, walaupun telah bergelar Dr. Filsafat

Pemuda yang kuat dan bertubuh sehat yang mampu menakluki puncak Gunung Guntur Garut dan Cikuray Garut juga Everest pun sering mengeluh ketika diajak ke masjid.

Alasan mereka pun beragam. Ada yang berkata sebentar lagi, ada yang berkata takut dikata alim.
Maka berbahagialah dirimu wahai anakku. Bila dari kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke masjid.

Karena Bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yang paling kami banggakan selain daripada perjalananmu ke masjid.

Biar ku beritahu rahasianya kepadamu. Sejatinya perjalananmu ke masjid adalah perjalanan untuk menemui Rabmu. Itulah perjalanan yang diajarkan oleh Nabi serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabnya.

Maka lakukanlah walaupun engkau harus merangkak dalam gelap subuh, demi mengenal Rabbmu.