Translate

Jumat, 03 Februari 2017

Wanita dan Islam

http://beritaislampopuler.blogspot.co.id/2017/01/pakar-genetika-wanita-terbersih-di-muka.html?m=1#

Pakar Genetika : Wanita Terbersih Di Muka Bumi, Adalah Wanita Muslimah, Subhanallah

Seorang pakar genetika Robert Guilhem mendeklarasikan keislamannya setelah terperangah kagum oleh ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang Masa Iddah (yaitu masa tunggu selama tiga bulan bagi wanita, untuk boleh menikah lagi) bagi wanita Muslimah yang dicerai suaminya seperti yang diatur Islam.

Guilhem, membuktikan dalam penelitiannya, bahwa jejak rekam seorang laki-laki di tubuh wanita akan hilang setelah tiga bulan. Guilhem yakin dengan bukti-bukti ilmiahnya. Bukti-bukti itu menyimpulkan bahwa hubungan persetubuhan suami istri akan menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik (rekam jejak) khususnya pada perempuan.

Jika pasangan ini setiap bulannya tidak melakukan persetubuhan maka sidik itu akan perlahan-lahan hilang antara 25-30 persen. Dan, setelah tiga bulan berlalu, maka sidik itu akan hilang secara keseluruhan.

Sehingga perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik laki-laki lainnya. Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian di sebuah

perkampungan Afrika Muslim di Amerika.

Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa setiap wanita Muslim di sana hanya mengandung dari jejak sidik pasangan mereka saja. Sementara penelitian ilmiah di sebuah perkampungan lain di Amerika (perkampungan non Muslim) membuktikan bahwa wanitanya yang hamil memiliki jejak sidik beberapa laki-laki, dua hingga tiga.

Artinya, wanita-wanita non Muslim di sana melakukan hubungan intim dengan laki-laki selain pernikahan yang sah. Yang mengagetkan sang pakar ini, adalah ketika dia melakukan penelitian ilmiah terhadap istrinya sendiri.

Ternyata ia menemukan istrinya memiliki tiga rekam sidik laki-laki, alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu saja, dari tiga anaknya berasal dari dirinya, yaitu setelah ia melakukan test DNA terhadap anak anaknya.

Setelah penelitian-penelitian yang dilakukannya, ia meyakini bahwa hanya Islamlah yang menjaga martabat perempuan, dan menjaga keutuhan kehidupan sosial. Ia yakin, bahwa wanita muslimah adalah wanita paling bersih di muka bumi ini.

Guru besar anatomi medis di Pusat Nasional Mesir, dan konsultan medis, Dr. Abdul Basith As-Sayyid menegaskan bahwa Robert Gelhem, pemimpin Yahudi di Albert Einstein College, dan pakar genetika ini mendeklarasikan dirinya masuk Islam, ketika ia mengetahui hakikat empiris ilmiah, dan kemukjizatan Al-Quran tentang penyebab penentuan iddah (masa tunggu) perempuan yang dicerai suaminya dengan masa 3 bulan. (Dian Bango Alamanda)

Sumber: sharia.co.id

Senin, 30 Januari 2017

Amal Catatan Qs.Hud(11):123

Kutipan dari Al-Quran: Hud (11:123) وَلِلَّهِ غَيْبُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ ٱلْأَمْرُ كُلُّهُۥ فَٱعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ Walillahi ghaybu alssamawati waalardi wailayhi yurjaAAu alamru kulluhu faoAAbudhu watawakkal AAalayhi wama rabbuka bighafilin AAamma taAAmaloona Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan. http://www.muslimpro.com/dl
Dr Muhammad Nasir - Qalbu Madani:
Kita harus mulai belajar...
Apa yang pernah kita lakukan...tidak pernah luput dari perhatian dan catatan Allah...
Begitu berat-Nya Robby
Bantulah hamba hanya menjadi hamba-Mu yang ber syukur...bukan hamba/pengabdi dari selain diri-Mu...(dr.Arajs)
......

Sabtu, 28 Januari 2017

Nabi Ibrahim a.s

💧 💦  *Kisah Sarah Istri Ayahanda Para Nabi* 💦

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

✍ Oleh : Hisyam Al - Aslamiy

-------------♡------------

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudara -Saudariku yang insya Allah dimuliakan oleh Allah ta’ala, marilah kita semua pada sianghari ini merenungkan firman Allah Ta’ala yang berbunyi :

قَالَتْ يَا وَيْلَتَا أَأَلِدُ وَأَنَا عَجُوزٌ وَهَذَا بَعْلِي شَيْخًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عَجِيبٌ
Dia (istrinya) berkata, "Sungguh ajaib, mungkinkah aku akan melahirkan anak padahal aku sudah tua, dan suamiku ini sudah sangat tua? Ini benar-benar sesuatu yang ajaib." (QS Hud : 72)

🎀Ayat ini bercerita tentang  Sarah yang mana dia adalah seorang perempuan berparas sangat cantik. Ia menikah dengan anak pamannya yaitu Ibrahim AS. Namun Allah memberinya cobaan dengan tak kunjung hadirnya si buah hati. Dan ia bersabar. Hingga datanglah suatu masa dimana sangat sulit sekali untuk mendapatkan makanan. Tidak ada yang memiliki makanan kecuali Namruz raja yang dzalim. Dan orang-orang berbondong-bondong pergi kepada Namruz untuk mendapatkan makanan dengan syarat mereka harus menyembah Namruz.

💎Dalam situasi seperti itu, nabi Ibrahim AS membawa istri dan hartanya yang tersisa untuk menyelamatkan aqidah menuju Mesir. Dan di Mesir...penguasa kejam Fir'aun mendengar kabar bahwa seorang perempuan cantik sedang berjalan menuju Mesir bersama Ibrahim dari negeri Syam. Ia menginginkan perempuan itu untuknya. Akan tetapi Allah melindungi perempuan itu dari kebejatan akhlak Fir'aun. Ketika Fir'aun hendak menyentuhnya, tiba-tiba tangannya lumpuh. Sambil menggigil ketakutan, Fir'aun berkata: "berdo'alah kepada Tuhanmu dan aku tidak akan menyakitimu selamanya." Maka Sarah berdo'a kepada Allah dan sembuhlah tangan Fir'aun. Kemudian Fir'aun memberinya hadiah yaitu Hajar serta hadiah-hadiah lain yang sangat banyak. Dalam sebuah riwayat dari Abu Hurairah disebutkan bahwa Sarah melakukan shalat dan berdo'a kepada Allah : Ya Allah...sesungguhnya Engkau tahu bahwa aku beriman kepadaMu dan kepada rasulMu, maka jagalah kehormatanku kecuali hanya untuk suamiku dan janganlah Engkau jadikan orang kafir menodaiku."
Sebuah cerita menyebutkan bahwa Allah membuka pandangan yang menghalangi antara Ibrahim dan Sarah. Ibrahim bisa terus memperhatikan Sarah sejak ia diambil dari sisinya hingga ia kembali ke sisinya. Dan Ibrahim melihat bagaimana Allah menjaga Sarah dari kejahatan Fir'aun. Yang menjadikan hatinya tenang.

🎀Pulanglah Ibrahim dan Sarah ke Palestina melewati nabi Luth AS dan kaum Sadum di Amuroh (Yordania).

💎Lama waktu berselang namun Sarah tak juga memiliki anak. Ia pun menghadiahkan Hajar kepada suaminya untuk dinikahi agar segera mendapatkan keturunan yang didamba.

🎀Suatu sore...datanglah malaikat dalam bentuk pemuda yang sangat tampan. Mereka adalah Jibril, Mikail dan Isrofil alaihimus salam. Saat mereka datang, nabi Ibrahim berada di pintu rumahnya. Sifat dermawannya menyegerakan ia untuk menyembelih kambing, memasaknya dan menghidangkannya demi memuliakan para tamu. Namun para malaikat menolaknya karena mereka tidak makan. Nabi Ibrahim merasa takut kepada mereka.
  وَلَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَى قَالُوا سَلامًا قَالَ سَلامٌ فَمَا لَبِثَ أَنْ جَاءَ بِعِجْلٍ حَنِيذٍ (٦٩) فَلَمَّا رَأَى أَيْدِيَهُمْ لا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لا تَخَفْ إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَى قَوْمِ لُوطٍ
69.Dan para utusan Kami (para malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan, "Selamat." Dia (Ibrahim) menjawab, "Selamat (atas kamu)," Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.
70. Maka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Dia (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata, "Jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Luth." (QS Luth : 69-70)

💎Para malaikat berkata kepada nabi Ibrahim: "Janganlah engkau takut, sesungguhnya kami adalah utusan Tuhanmu kepadamu. Kami diutus untuk menghancurkan kaum nabi Luth." Sarah yang berdiri disamping Ibrahim terlihat sangat cemas. Ia mengkhawatirkan Luth yang masih memiliki hubungan saudara dengan Ibrahim. Kemudian Ibrahim berkata: "Akan tetapi Luth berada ditengah mereka. Bagaimana mungkin kalian menghancurkan suatu kaum yang disana ada seorang nabi?" Malaikat menjawab: "Tak perlu khawatir akan Luth, sesungguhnya Allah menyelamatkannya bersama orang-orang yang beriman kepadanya. Allah tidak menimpakan keburukan kepadanya kecuali pada istrinya. Ia termasuk orang-orang yang binasa." Allah SWT berfirman :
وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَى قَالُوا إِنَّا مُهْلِكُو أَهْلِ هَذِهِ الْقَرْيَةِ إِنَّ أَهْلَهَا كَانُوا ظَالِمِينَ (٣١) قَالَ إِنَّ فِيهَا لُوطًا قَالُوا نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَنْ فِيهَا لَنُنَجِّيَنَّهُ وَأَهْلَهُ إِلا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ

31. Dan ketika utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengatakan, "Sungguh, Kami akan membinasakan penduduk kota (Sodom) ini karena penduduknya sungguh orang-orang zalim.”
32. Ibrahim berkata, "Sesungguhnya di kota itu ada Luth.” Mereka (para malaikat) berkata, "Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami pasti akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).” (QS Al-Ankabut:31-32)

🎀Kemudian para malaikat berpamitan..namun sebelum mereka berpaling, mereka menyampaikan kabar gembira mengenai akan hadirnya Ishak ditengah keluarga mereka. Dan Ishak akan memiliki anak yang bernama Ya'qub.

وَامْرَأَتُهُ قَائِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَاهَا بِإِسْحَاقَ وَمِنْ وَرَاءِ إِسْحَاقَ يَعْقُوبَ (71) قَالَتْ يَا وَيْلَتَا أَأَلِدُ وَأَنَا عَجُوزٌ وَهَذَا بَعْلِي شَيْخًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عَجِيبٌ (72) قَالُوا أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ رَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ 7الْبَيْتِ إِنَّهُ حَمِيدٌ مَجِيدٌ (73)
” Dan istrinya berdiri (di sampingnya), lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira akan (kelahiran)Ishak dan sesudah Ishak (lahir pula) Ya'qub. Istrinya berkata, "Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak, padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh." Para malaikat itu berkata, "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah?(Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kalian, hai ahli bait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.”(QS Hud:71-73)

🎀Saat itu usia Sarah sudah 70 tahun.

فَأَقْبَلَتِ امْرَأَتُهُ فِي صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوزٌ عَقِيمٌ (29) قَالُوا كَذَلِكَ قَالَ رَبُّكِ إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ (30)
Kemudian istrinya datang memekik (tercengang), lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata, "(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul.” Mereka menjawab, "Demikianlah Tuhanmu memfirmankan. Sesungguhnya Dialah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui. (QS Adz Dzariyat:29-30)

💎Sarah hidup hingga usia 127 tahun. Saat wafat ia dimakamkan di kota Al-Kholil di sebidang tanah milik nabi Ibrahim AS. Semoga Allah limpahkan keberkahan kepada ibunda Sarah.

📚 *Hikmah kehidupan :*
1. Paras cantik yang Allah berikan kepada kaum perempuan adalah amanah dan juga ujian. Maka hendaknya amanah itu dijaga dan dipelihara agar hanya suami saja yang berhak untuk menyentuh dan menikmatinya. Karena ia yang membuka jalan halal melalui pernikahan.

2. Menjaga kehormatan diri dalam kondisi sulit sekalipun, merupakan kewajiban seorang istri.

3. Hijrah adalah sunnah para nabi. Pergi meninggalkan satu tempat menuju tempat lain untuk menyelamatkan aqidah. Saat ditempat asal ia tidak memiliki kekuatan untuk melakukan perubahan.

4. Cobaan itu akan kita temui dimanapun kita berada.

5. Sebaik-baik perlindungan adalah perlindungan Allah. Maka mintalah perlindungan hanya kepadaNya. Ia akan memberikan perlindungan bahkan dengan cara diluar dugaan dan kemampuan kita. Disinilah letak kemurnian aqidah.

6. Do'a adalah senjata terbaik seorang mukmin. Berdo'alah dalam situasi dan kondisi apapun. Karena Allah sangat menyukai seorang hamba yang berkeluh kesah hanya kepadaNya.

7. Kejahatan yang dilakukan seseorang tidak selamanya harus dihadapi dengan sikap keras. Dalam kondisi tertentu, do'a lebih ampuh dari pada perlawanan.

8. Do'a yang kita lantunkan, perlu disampaikan secara definitif. Apa saja yang kita minta dan kita butuhkan.

9. Memuliakan tamu adalah akhlak para nabi. Dan menjamu mereka merupakan akhlak mulia.

10. Kedermawanan seseorang terlihat dan terasah saat ia menjamu tamunya.

11. Kita perlu memperhatikan penampilan ketika bertamu ke rumah orang lain. Upayakan agar penampilan menarik dan segar sehingga membawa aura segar kepada tuan rumah.

12. Kesabaran dan pengorbanan yang panjang akan berbuah anugerah yang indah. Jika semua masalah diserahkan kepada Allah. Disertai ikhtiar yang maksimal.

13. Tidak ada hal mustahil bagi Allah. Jika Ia berkehendak, apapun akan dapat terjadi. Bahkan kehamilan seorang perempuan di usia tua (70 tahun)

14. Berita gembira harus disyukuri. Minimalnya dengan menampakkan wajah ceria saat menerima berita itu.

15. Usia panjang adalah anugrah dari Allah. Maka bersyukurlah atas usia yang Allah berikan. Dan semoga kita mampu mengisi waktu dalam usia kita dengan hal-hal bermanfaat yang mendatangkan ridho dan pahala Allah.

اَللَّهُمَّ طَوِّلْ عُمُورَنَا وَصَحِّحْ أَجْسَادَنَا وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا وَثَبِّتْ إِيْمَانَنَا وَأَحْسِنْ أَعْمَالَنَا وَوَسِّعْ أَرْزَقَنَا وَإِلَى الخَيْرِ قَرِّبْنَا وَعَنِ الشَّرِّ اَبْعِدْنَا وَاقْضِ حَوَائِجَنَا فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالۤاخِرَةِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

 Artinya :

Ya Allah! Panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan mudah - mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Wallohu a'lam bish showwab

و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

Selasa, 24 Januari 2017

Dosa Durhaka Kepada Orang Tua

*📛DOSA DURHAKA KEPADA ORANG TUA♨*_
Oleh _*Abu Isma’il Muslim al-Atsari_

_*Sesungguhnya jasa kedua orang tua terhadap anaknya sangat besar. Fakta ini tidak bisa diingkari oleh siapapun juga. Seorang ibu telah mengandung anaknya dalam keadaan lemah dan susah. Dia menyabung nyawa untuk melahirkan anaknya. Kemudian memelihara dan menyusui dengan penuh kelelahan dan perjuangan selama dua tahun.*

Allâh Azza wa Jalla memberitakan sebagian jasa tersebut dalam firman-Nya :

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا

_*Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. [al-Ahqâf/46:15].*_

Demikian juga sang bapak menantang panas dan hujan guna mencukupi kebutuhan keluarganya. Sehingga tidak heran jika keduanya memiliki hak yang harus dipenuhi oleh sang anak, bahkan hak orang tua itu mengiringi hak Allâh Azza wa Jalla. Dia berfirman:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

_*Beribadahlah kepada Allâh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak. [an-Nisâ`/4:36].*

💯_*Berbakti Kepada Orang Tua Merupakan Kewajiban Yang Utama*
Hak kedua orang tua itu melebihi manusia manapun. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan hal ini dalam hadits sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ

_*Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata: Seorang lelaki datang kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , lalu bertanya: “Wahai Rasûlullâh, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perbuatan kebaikanku ?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ibumu,” lelaki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa ?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ibumu,” Lelaki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa ?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ibumu,” Lelaki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa ?” Beliau menjawab, “Bapakmu”. [HR al-Bukhâri, no. 5971; Muslim, no. 2548]*_

Dalam hadits yang di jelaskan keutamaan berbakti kepada kedua orang tua ;

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ أَقْبَلَ رَجُلٌ إِلَى نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أُبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ وَالْجِهَادِ أَبْتَغِي الْأَجْرَ مِنَ اللَّهِ قَالَ فَهَلْ مِنْ وَالِدَيْكَ أَحَدٌ حَيٌّ قَالَ نَعَمْ بَلْ كِلَاهُمَا قَالَ فَتَبْتَغِي الْأَجْرَ مِنَ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَارْجِعْ إِلَى وَالِدَيْكَ فَأَحْسِنْ صُحْبَتَهُمَا

Dari Abdullâh bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi Allâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata, ‘Aku berbai’at kepadamu untuk hijrah dan jihad, aku mencari pahala dari Allâh.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ‘Apakah salah satu dari kedua orang tuamu masih hidup ?’ Dia menjawab, “Bahkan keduanya masih hidup.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi, “Apakah kamu mencari pahala dari Allâh ?” Dia menjawab, “Ya”. Nabi bersabda, “Kalau begitu pulanglah kepada kedua orang tuamu, lalu temanilah keduanya dengan sebaik-baiknya”. [HR Muslim, no. 2549]

💯_*Termasuk Dosa Besar : Durhaka Kepada Orang Tua*
Selain memerintahkan birrul wâlidain (berbakti kepada kedua orang tua), agama Islam juga melarang ‘uqûqul wâlidain (durhaka kepada kedua orang tua), bahkan memasukkannya ke dalam dosa-dosa besar yang mengiringi syirik. Banyak hadits-hadits yang berkaitan dengan hal ini, antara lain:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْكَبَائِرُ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ قَالَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ ثُمَّ عُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ الْيَمِينُ الْغَمُوسُ قُلْتُ وَمَا الْيَمِينُ الْغَمُوسُ قَالَ الَّذِي يَقْتَطِعُ مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ هُوَ فِيهَا كَاذِبٌ

Dari Abdullâh bin ‘Amr, ia berkata: Seorang Arab Badui datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Wahai Rasûlullâh, apakah dosa-dosa besar itu ?” Beliau menjawab, “Isyrak (menyekutukan sesuatu) dengan Allâh”, ia bertanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Kemudian durhaka kepada dua orang tua,” ia bertanya lagi, “Kemudian apa ?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sumpah yang menjerumuskan”. Aku bertanya, “Apa sumpah yang menjerumuskan itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sumpah dusta yang menjadikan dia mengambil harta seorang muslim”. [HR al-Bukhâri, no. 6255]

Walaupun kedudukan orang tua begitu tinggi, tetapi banyak orang melupakan tuntunan agama yang suci ini. Mereka tidak peduli lagi dengan hak mereka dan tidak menunaikannya sebagaimana mestinya.

💯_*Di Antara Bentuk-Bentuk ‘Uqûqul Wâlidain*📛
‘Uqûqul wâlidain adalah lawan dari birrul wâlidain (berbakti kepada kedua orang tua). Durhaka kepada kedua orang tua, artinya ialah tidak menaatinya, memutuskan hubungan dengan keduanya, dan tidak berbuat baik kepada keduanya. (Lihat Lisânul ‘Arab, karya Ibnul- Manzhur).

_*Fenomena durhaka kepada orang tua itu sangat banyak, antara lain sebagai berikut*_ :

_*1. Mengucapkan perkataan yang menunjukkan tidak suka, seperti “ah” atau semacamnya, dan demikian juga membentak dan bersuara keras kepada orang tua.*

Allâh Azza wa Jalla berfirman :

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan beribadah kepada selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. [al-Isrâ`/17:23]

Jika ada kata yang lebih ringan dari “ah” yang menyakitkan orang tua, tentu sudah dilarang juga. Ketika mengucapkan “ah” kepada orang tua sudah dilarang, apalagi mengucapkan kata-kata yang lebih kasar dari itu atau memperlakukan mereka dengan buruk, maka itu lebih terlarang.

_*2. Mengucapkan perkataan atau melakukan perbuatan yang menyebabkan orang tua bersedih hati, apalagi sampai menangis.*_

_*3. Bermuka masam dan cemberut kepada orang tua.*
Sebagian orang didapati sebagai orang yang pandai bergaul, suka tersenyum, dan berwajah ceria bersama kawan-kawannya. Namun ketika masuk ke dalam rumahnya, bertemu dengan orang tuanya, dia berbalik menjadi orang yang kaku dan keras, berwajah masam dan berbicara kasar. Alangkah celakanya orang yang seperti ini. Padahal seharusnya orang yang dekat itu lebih berhak terhadap kebaikannya.

_*4. Mencela orang tua, baik secara langsung maupun tidak langsung.*_

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مِنَ الْكَبَائِرِ شَتْمُ الرَّجُلِ وَالِدَيْهِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ يَشْتِمُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ ؟ قَالَ : نَعَمْ يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ فَيَسُبُّ أُمَّهُ

Dari Abdullâh bin ‘Amr bin al-‘Ash, bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Termasuk dosa besar, (yaitu) seseorang mencela dua orang tuanya,” mereka bertanya, “Wahai Rasûlullâh, adakah orang yang mencela dua orang tuanya ?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya, seseorang mencela bapak orang lain, lalu orang lain itu mencela bapaknya. Seseorang mencela ibu orang lain, lalu orang lain itu mencela ibunya.” [HR al-Bukhâri, no. 5 628; Muslim, no. 90. Lafazh hadits ini milik Imam Muslim]

_*5. Memandang sinis kepada orang tua.*
Yaitu memandangnya dengan sikap merendahkan, menghinakan, atau kebencian.

_*6. Malu menyebut mereka sebagai orang tuanya.*_
Sebagian anak diberi kemudahan oleh Allâh Azza wa Jalla dalam masalah duniawi, sehingga ia menjadi orang terpandang di hadapan masyarakat. Namun sebagian mereka kemudian merasa malu mengakui keadaan orang tuanya yang terbelakang di dalam tingkat sosial atau ekonominya.

_*7. Memerintah orang tua.*
Seperti memerintah ibu untuk menyapu rumah, mencuci baju, menyiapkan makanan. Tindakan ini tidak layak, apalagi jika ibu dalam keadaan lemah, sakit, atau sudah tua. Namun jika sang ibu melakukan dengan sukarela dan senang hati, dalam keadaan sehat dan kuat, maka tidak mengapa.

_*8. Memberatkan orang tua dengan banyak permintaan.*
Sebagian orang banyak menuntut orang tuanya dengan berbagai permintaan, padahal orang tuanya dalam keadaan tidak mampu. Ada anak yang meminta dibelikan baju-baju model baru, handphone baru, sepeda motor, atau lainnya. Bahkan ada seseorang sudah menikah, kemudian meminta orang tuanya untuk dibelikan mobil, atau dibuatkan rumah, atau meminta uang yang banyak, dan semacamnya.

_*9. Lebih mementingkan isteri daripada orang tua.*
Sebagian orang lebih mentaati isterinya daripada mentaati kedua orang tuanya. Sebagian orang berlebihan dalam menampakkan kecintaan kepada isterinya di hadapan orang tua, tetapi pada waktu yang sama ia bersikap kasar kepada orang tuanya.

_*10. Meninggalkan orang tua ketika masa tua atau saat membutuhkan anaknya.*
Sebagian anak ketika menginjak dewasa memiliki pekerjaan yang mengharuskannya untuk meninggalkan orang tuanya, lalu ia sibuk dengan urusannya sendiri. Sehingga sama sekali tidak melakukan kebaikan untuk orang tuanya, baik dengan doa, bantuan uang, tenaga, maupun lainnya.

Inilah diantara bentuk-bentuk kedurhakaan yang harus ditinggalkan. Demikian juga bentuk-bentuk lainnya yang merupakan kedurhakaan, maka harus dijauhi. Semoga Allâh selalu membimbing kita dalam kebaikan.

Alhamdulillâhi Rabbil ‘Âlamîn.
Sumber: https://almanhaj.or.id/4119-dosa-durhaka-kepada-orang-tua.html

Persaudaraan dalam Islam

Dari Ust Arifin Ilham:
Pembawa Bendera Merah Putih Bertauhid
Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah walhamdulillah sahabat sholehku, simaklah Kalam Allah ini dg iman,

"Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat" (QS Al Hujarat 10).

"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain...." (QS At Taubah 71).

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa..." (QS Al Maidah 2).

Rasulullah bersabda,

“Sayangilah siapa yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangi kalian” (HR At-Tirmidzi).

" Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya” (H R Muslim)

“Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yg kesulitan, maka Allâh Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat" (HR Muslim).

"Almu'minu miratul mu'min, seorang mu'min adalah cermin bagi mu'min lainnya "(HR Abu Daud & Al Bukhori).mks

Rabu, 18 Januari 2017

Buya Hamka

🔍  *Sepenggal Sejarah*
💡 Presiden pertama, founding father-nya negara inipun pernah menyerang seorang ulama besar.

Dianggap melawan pemerintah (yang menurut saya sebenarnya pemerintah waktu itu tak ingin mendapat kritikan yang cerdas), *M. Yamin dan Soekarno* berkolaborasi menjatuhkan wibawa Buya Hamka melalui headline beberapa media cetak yang diasuh oleh Pramoedya Ananta Toer.

Berbulan-bulan Pramoedya menyerang Buya Hamka secara bertubi-tubi melalui tulisan di koran (media yang paling tren saat itu), *Allahuakbar..!!!* sedikitpun Buya Hamka tak gentar, fokus Buya tak teralihkan, beliau terlalu mencintai Allah dan saudara muslimya, sehingga serangan yang mencoba untuk menyudutkan dirinya tak beliau hiraukan, Buya Hamka yakin jika kita menolong agama Allah, maka Allah pasti menolong kita. Pasti..!!!

Oh..!!! Buya Hamka terlalu kuat dan tak bisa dijatuhkan dengan serangan pembunuhan karakter melalui media cetak yang diasuh oleh Pram, tak sungkan-sungkan lagi, Soekarno langsung menjebloskan ulama besar tersebut ke penjara tanpa melewati persidangan.

Seperti doa nabi Yusuf as. ketika dipenjara: *Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS. Yusuf, 33)*

Yah..!!! Saat itu penjara jauh lebih baik bagi Buya Hamka, jauh lebih baik daripada menyerahkan kepatuhannya terhadap Allah kepada orang-orang yang hanya mengejar dunia.

2 tahun 4 bulan di dalam penjara tak beliau sia-siakan dengan bersedih, malah Buya Hamka bersyukur telah dipenjara oleh penguasa pada masa itu, karena di dalam penjara tersebut beliau memiliki lebih banyak waktu untuk menyelesaikan cita-citanya, *merampungkan tafsir Al-Qur’an 30 juz, yang sekarang lebih kita kenal dengan nama kitab tafsir Al-Azhar.*

Lalu bagaimana dengan ketiga tokoh tadi..???

Ternyata Allah masih sayang kepada Pramoedya, M. Yamin dan Soekarno. Karena apa yang telah dilakukan oleh ketiga tokoh bangsa tersebut terhadap Buya Hamka, tak harus diselesaikan di akhirat, Allah telah mengizinkan permasalahan tersebut untuk diselesaikan di dunia saja.

Di usia senjanya, Pramoedya akhirnya mengakui kesalahannya dimasa lalu dan dengan *rendah hati bersedia “meminta maaf” kepada Buya Hamka,* ya..!!! Pramoedya mengirim putri sulungnya kepada Buya Hamka untuk belajar agama dan men-syahadat-kan calon menantunya.

Apakah Buya Hamka menolak..? Tidak  !!! *Dengan lapang dada Buya Hamka mau mengajarkan ilmu agama kepada anak beserta calon menantu Pramoedya*, tanpa sedikitpun pernah mengungkit kesalahan yang pernah dilakukan oleh -salahsatu penulis terhebat yang pernah dimiliki indonesia- tersebut terhadap dirinya. Allahuakbar..!!! Begitu pemaafnya Buya Hamka.

Ketika M. Yamin sakit keras dan merasa takkan lama lagi berada di dunia ini, beliau meminta orang terdekatnya untuk memanggilkan Buya Hamka. Saat Buya Hamka telah berada di sampingya, *dengan kerendahan hati M. Yamin (memohon maaf dengan)* meminta kepada Buya Hamka agar sudi mengantarkan jenazahnya untuk dikebumikan di kampung halaman yang telah lama tak dikunjungi Talawi, dan di kesempatan nafas terakhirnya M. Yamin minta agar Buya sendiri yang menuntunnya untuk mengucapkan kalimat-kalimat tauhid.

Apakah Buya Hamka menolak ? Tidak !!! Buya Hamka menuluskan semua permintaan tersebut, Buya Hamka yang “menjaga” jenazah -tokoh pemersatu bangsa- tersebut sampai selesai dikebumikan dikampung halamannya sendiri.

Namun, lain hal dengan Soekarno, *malah Buya Hamka sangat merindukan proklamator bangsa Indonesia tersebut,* Buya Hamka ingin berterima kasih telah diberi *“hadiah penjara”* oleh Bung Karno, yang dengan hadiah tersebut Buya memiliki lebih banyak waktu untuk menyelesaikan tafsir Al-Azharnya yang terkenal, dengan hadiah tersebut perjalanan ujian hidup Buya menjadi semakin berliku *namun indah,* Buya Hamka ingin berterima kasih untuk itu semua.

Lalu kemana Soekarno..?? Kemana teman seperjuangannya dalam memerdekakan bangsa ini menghilang ? *Dalam hati Buya Hamka sangat rindu ingin bertemu lagi dengan -singa podium- tersebut.* Tak ada marah, tak ada dendam, hanya satu kata “rindu”.

Hari itu 16 Juni 1970, ajudan presiden Soeharto datang kerumah Buya, membawa secarik kertas, kertas yang tak biasa, kertas yang bertuliskan kalimat pendek namun membawa kebahagian yang besar ke dada sang ulama besar, pesan tersebut dari Soekarno, orang yang belakangan sangat beliau rindukan,... dengan seksama Buya Hamka membaca pesan tersebut:

*“Bila aku mati kelak, minta kesediaan Hamka untuk menjadi imam shalat jenazahku.”*

Buya Hamka bertanya kepada sang ajudan “Dimana ? Dimana beliau sekarang ?” Dengan pelan dijawab oleh pengantar pesan “Bapak Soekarno telah wafat di RSPAD, jenazahnya sedang dibawa ke Wisma Yoso.”

*Mata sayu Buya Hamka mulai berkaca kaca,* kerinduan itu, rasa ingin bertemu itu, harus berhadapan dengan tubuh kaku, tak ada lagi pertemuan yang diharapkan, tak ada lagi cengkrama tawa dimasa tua yang dirindukan, hanya hamparan samudera maaf untuk saudaranya, mantan pemimpinnya, pemberian maaf karena telah mempenjarakan beliau serta untaian lembut doa dari hati yang ikhlas agar Bung Karno selamat di akhirat, hadiah khusus dari jiwa yang paling lembut sang ulama besar, Buya Hamka.

Dizaman sekarang, Mulai terasa sejarah itu kembali terulang, *dimana para penguasa mulai berusaha menyudutkan para ulama, menyerang para ulama melalui media-media pendukung mereka, menebar kebencian kepada para ulama melalui penulis-penulis pendukung mereka.*

Lalu ada yang berkata, *“ulama sekarang tak sehebat buya Hamka.”* Tanya lagi hati kecil kita, apakah mereka yang tak hebat, ataukah kita yang ingin menolak pesan kebenaran itu sendiri.

*Pertanyaannya:*
– Di pihak siapa kita ?
apakah di pihak para penguasa yang jelas sedang memuaskan nafsu duniawi mereka ?
Ataukah di pihak para ulama yang menyampaikan kebenaran karena Allah, Tuhannya, Tuhan kita semua ?

– *Akankah para penguasa yang memfitnah para ulama saat ini, diberi kesempatan oleh Allah untuk meminta maaf sebelum ajal menjemput mereka ?* Semoga saja, semoga kesalahan mereka tak harus diselesaikan yaumul hisab. Aamiin ya Robbal’alamin

Minggu, 15 Januari 2017

Cinta

LOVE,
Cinta, Rasa Indah, Mempersona

Siapa pernah. .
Merasa indah di dada.
Sangat amat mempersona.
Datang kapan dan kepada siapa saja.
Dalam kehidupan yang nyata.
Sulit ingkari karena memang ada.
Membuat hidup menjadi seperti orang gila.
Kadang tersenyum sering kali ketawa.
Sering-sering menangis tanpa sebab apa.
Bayangkan dengan gunakan kata seandainya.
Ah..... ini bukan pengalaman hamba.
Hanya membantu definisikan yang disebut love atau cinta.

Cinta membuat orang terpesona.
Bisa lakukan apa saja untuknya.
Meski sering kali hanya terbuai oleh rasa.
Sulit dikata tapi mudah dirasa dalam dada.
Cinta bertabur suka dan sekaligus duka.
Cinta adalah sederetan tangis dan sekumpulan tawa.
Jika itu cinta hanya sesama makhluk biasa.
Jika cinta kepada Allah semata-mata.
Maka tidak ada duka yang datang kepada kita.
La khoufun alaihim wa la hum yahyanuna.
Ini jaminan Tuhan Yang Maha Esa.
Boleh cinta sesama karena itu lumrah dan biasa.
Tapi semua harus dibingkai cinta padaNya.
Ini baru punya cinta yang sesungguhnya.
Cinta pada makhluk pasti ada batasnya.
Cinta kepada Allah tidak pernah musnah.

Aku cinta padamu.
Realisasi cinta pada Tuhanku.
Aku tidak pernah abai rasa Indah di dadaku.