Translate

Selasa, 28 November 2017

Abdurrahman Bin Auf Gagal Jadi Orang Miskin

Assalamualaikum wr wb. rangkuman tausyiyah H. Eet di bawah tenda terbuka Mina

_Kalau rizki itu diukur dari kerja keras..maka kuli bangunan lah yg akan cepat kaya_

_Jika rizki itu ditentukan dr waktu kerja maka warung kopi 24 jam lah yg akan lbh mendapatkanya.._
_bahkan mungkin mampu mengalahkah KFC dan Mc. DONALD_

_Jika rizki itu  milik orang pintar .maka dosen yg bergelar panjang yg akan lbh kaya..._

_Jika rizki itu karena jabatan maka presiden dan rajalah orang yg akan menduduki  100 orang terkaya di dunia.._

_Rizki itu karena kasih sayang Allah._

_" Mengejar rizki..jangan mengejar jumlahnya.... Tetapi berkahnya "_
_( Ali bin Abi Thalib )_

*MESKIPUN LARI, RIZKIMU AKAN TETAP MENGEJARMU*

“Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya (untuk menjalankan perintah Allah) sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” (HR Ibnu Hibban No. 1084)

Miskin kaya sudah ada yang mengaturnya.

ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN

Jika tiba-tiba kondisi ekonomi "down", saya selalu terhibur mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk.

Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya.
Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.

Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk syurga lebih awal.

Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh.

Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi  dengan harga kurma bagus.

Semuanya bersyukur..Alhamdulillah..kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf. Sahabat gembira.
Abdurrahman bin Auf r.a pun juga gembira.

Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.
Abdurrahman bin Auf r.a gembira juga sebab...berharap
jatuh miskin!

Masya Allah....hebat

_Coba kalau kita? Usaha diuji dikit, udah teriak tak tentu arah._

Abdurrahman bin Auf r.a merasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin.

Namun.. Masya Allah
Rencana Allah Subhanahu wa ta'ala itu memang terbaik..

Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.

Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang cocok adalah KURMA BUSUK !

Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.

Allahu Akbar....
Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal. Benarlah firman Allah:

_"Wahai manusia, di langit ada rezki bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian " (Qs. Adz Dzariat, 22 )_

Jadi.. yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk?

Allah Subhanahu wa ta'ala lah yang Memberi rezki

Semoga kisah ini dapat *menyuntik kembali semangat* dalam diri kita semua,  yang sedang diuji dalam pekerjaan dan usaha kita, UNTUK LEBIH MENGUTAMAKAN URUSAN Kepada Allah dibanding urusan dunia yang sementara ini, aamiin.

Kisah diatas sesuai dengan hadist
Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu , ia mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

‎مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ ، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّـتَهُ ، جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ.

Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya.

Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. ”

Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya (V/ 183); Ibnu Mâjah (no. 4105); Imam Ibnu Hibbân (no. 72–Mawâriduzh Zham’ân); al-Baihaqi (VII/288) dari Sahabat Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu.

Lafazh hadits ini milik Ibnu Mâjah rahimahullah.

Sabtu, 18 November 2017

Makna Mencium Hajar Aswad

Renungan
Mencium Hajar Aswad

Di Masjidil Haram, sehabis menyelesaikan tawaf, saya segera menepi mencari tempat strategis yang berhadapan langsung dengan multazam untuk berdoa.

Saya menemukan tempat yang kebetulan lowong di hadapan ka'bah. Lalu saya bersimpuh dan memanjatkan do'a sambil menunggu waktu subuh menjelang.

Saat itulah saya melihat seorang lelaki hitam legam dari benua afrika datang dan langsung mengambil tempat di samping kanan.

Terlintas dalam hati, "dengan potongan perawakan dan tampang seperti ini, lelaki kulit hitam ini pasti orang kasar yang tidak berpendidikan".

Lalu sebagaimana kebiasaan di masjid ketika duduk bersebelahan dalam satu jamaah, saya menyalaminya.

Tiba-tiba ia bertanya dengan bahasa inggris yang bagus sekali tentang asal saya. "Saya dari Nigeria, kamu dari mana?".  Saya bilang, saya berasal dari Indonesia.

"kenapa orang Indonesia suka sekali berusaha mencium batu hajar aswad"?, tanyanya memulai percakapan.

"Mungkin karena cinta. Kabah adalah rumah Tuhan, dan hajar aswad adalah batu yang pernah dicium Rasulullah. Maka mencium hajar aswad adalah refleksi cinta orang Indonesia terhadap Tuhan dan Rasulnya", jawab saya sekenanya.

"Apakah orang Indonesia juga bertingkah laku seperti itu terhadap cinta Allah SWT yang dianugerahkan kepada mereka?", katanya.

"Maksud anda?, cinta Allah SWT seperti apa yang dianugerahkan kepada kami"?, jawab saya dengan bingung.

Lalu lelaki hitam itu menjawab, "jika Allah Taala menganugerahkan kalian istri, anak-anak dan orang tua yang masih hidup, itulah wujud cinta Allah kepada kalian.

"Pertanyaan saya", katanya

"Apakah orang-orang Indonesia, berusaha dengan keras dan gigih mencurahkan kasih sayang terhadap anak, istri dan orang tua mereka yang masih hidup yang diamanahkan Allah Taala sebagaimana mereka berusaha mencium hajar aswad, "? Katanya.

"Jika terhadap batu saja refleksi cinta kalian begitu dahsyat, lebih lagi terhadap makhluk Allah yang telah diamanahkan kepada kalian"?, tegasnya lagi.

Saya tercekat, hilang akal dan tak mampu berkata lagi.

Apalagi saat ia bercerita bahwa ia menyelesaikan PhD-nya di AS namun memilih pulang membesarkan anak-anaknya yg 6 orang agar mampu menjadi muslim yang baik.

Maka hancurlah semua persangkaan saya terhadap orang ini. ALLAH membayarnya langsung tunai saat itu juga.

Setelah shalat subuh, sebelum berpisah ia memberi nasehat yang sampai saat ini masih teringat di kepala saya.

"Keberhasilan haji kita, mabrur atau tidaknya dinilai bukan pada saat kita menyelesaikan ritus-ritus haji seperti tawaf atau bahkan mencium hajar aswad, namun dinilai pada saat kita kembali.

Apakah kita mampu menunaikan amanah-amanah, anugerah-anugerah, kasih sayang Allah Taala kepada kita dengan bersungguh-sungguh, bersusah payah, mencurahkan kasih sayang kepada orang-orang yang kita cintai, pekerjaan dan masyarakat."

Saya genggam tangannya, saya memeluknya dan menyampaikan terima kasih.

Saat dia pergi diantara kerumunan orang, saya faham, inilah cara Allah Taala menegur saya dan menyampaikan makna mencium hajar aswad.maaf dan mks

Rabu, 01 November 2017

Detik Detik Wafatnya Istri Rasulullah Saw-Khatijah

*DETIK-DETIK WAFATNYA SITI KHADIJAH, ISTRI TERCINTA RASULULLAH*

Siti Khadijah adalah istri pertama Rasulullah. Orang yang pertama kali beriman kepada ALLAH dan kenabian Rasulullah. Orang yang sangat berjasa bagi dakwah Rasulullah dan penyebaran agama Islam.

Siti Khadijah wafat pada hari ke-11 bulan Ramadlan tahun ke-10 kenabian, tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Khadijah wafat dalam usia 65 tahun, saat usia Rasulullah sekitar 50 tahun.

PERMINTAAN TERAKHIR

Diriwayatkan, ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Khadijah berkata kepada Rasululllah SAW,

Aku memohon maaf kepadamu, Ya Rasulullah, kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu.

Jauh dari itu ya Khadijah. Engkau telah mendukung dawah Islam sepenuhnya, jawab Rasulullah

Kemudian Khadijah memanggil Fatimah Azzahra dan berbisik,

Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku.

Mendengar itu Rasulullah berkata,

Wahai Khadijah, ALLAH menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga.

Ummul mukminin, Siti Khadijah pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didekapnya istri Beliau itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Beliau dan semua orang yang ada disitu.

KAIN KAFAN DARI ALLAH

Saat itu Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan. Rasulullah menjawab salam Jibril dan kemudian bertanya,

Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?

Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan jawab Jibril. Jibril berhenti berkata dan kemudian menangis.

Rasulullah bertanya, Kenapa, ya Jibril?

Cucumu yang satu, Husain tidak memiliki kafan, dia akan dibantai dan tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan sahut Jibril.

Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah,

Wahai Khadijah istriku sayang, demi ALLAH, aku takkan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. ALLAH maha mengetahui semua amalanmu.

"Semua hartamu kau hibahkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu.

"Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban?

Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.

Seluruh kekayan Khadijah diserahkan kepada Rasulullah untuk perjuangan agama Islam. Dua per tiga kekayaan Kota Mekkah adalah milik Khadijah. Tetapi ketika Khadijah hendak menjelang wafat, tidak ada kain kafan yang bisa digunakan untuk menutupi jasad Khadijah.

Bahkan pakaian yang digunakan Khadijah ketika itu adalah pakaian yang sudah sangat kumuh dengan 83 tambalan diantaranya dengan kulit kayu.

Rasulullah kemudian berdoa kepada ALLAH.

Ya ALLAH, ya Ilahi Rabbi, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam. Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku. Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku. Menentramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah. Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?

Tiba-tiba Ali berkata, Aku, Ya Rasulullah!

PENGORBANAN SITI KHADIJAH SEMASA HIDUP

Dikisahkan, suatu hari ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, Beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu. Ketika Khadijah hendak berdiri, Rasulullah bersabda,

Wahai Khadijah tetaplah kamu ditempatmu.

Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi.

Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makananpun tak punya. Sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.

Kemudian Beliau mengambil Fatimah dari gendongan istrinya lalu diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah seusai pulang berdakwah dan menghadapi segala caci maki dan fitnah manusia itu lalu berbaring di pangkuan Khadijah.

Rasulullah tertidur. Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah. Beliau pun terjaga.

Wahai Khadijah Mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad? tanya Rasulullah dengan lembut.

Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal wahai Khadijah bersuamikan aku, Muhammad?" lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.

Wahai suamiku. Wahai Nabi ALLAH. Bukan itu yang kutangiskan." jawab Khadijah.

"Dahulu aku memiliki kemuliaan. Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan. Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan. Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya.

"Wahai Rasulullah. Sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah. Sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu ini belum selesai, sekiranya engkau hendak menyebrangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyebarangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit pun atau pun jembatan.

"Maka galilah lubang kuburku, ambilah tulang belulangku. Jadikanlah sebagai jembatan untuk engkau menyebrangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu.

"Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah. Ingatkan mereka kepada yang hak. Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah.

Karena itu, peristiwa wafatnya Siti Khadijah sangat menusuk jiwa Rasulullah. Alangkah sedih dan pedihnya perasaan Rasulullah ketika itu karena dua orang yang dicintainya yaitu istrinya Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib telah wafat.

Tahun itu disebut sebagai Aamul Huzni (tahun kesedihan) dalam kehidupan Rasulullah.mks

Sabtu, 07 Oktober 2017

3 Panggilan Allah kepada Hamba-Nya

3 (TIGA) PANGGILAN ALLAH SWT KEPADA MANUSIA SEUMUR HIDUP
Assallamu’alaikum Wr,Wb
Kepada seluruh pengasuh Kmpus Samudera Ilmu Hikmah yang saya hormati,
izinkan saya Al-Faqir meminta keikhlasannya untuk mengkaji lebih dalam
tentang Seruan atau Panggilan Allah kepada kita sebagai hambanya yang
mungkin selama ini kita selalu mengabaikan panggilan Allah tersebut,
mudah-mudahan bisa menjadi hikmah bagi saya pribadi dan semua
saudara-saudaraku di KSIH tercinta.

Allah menciptakan manusia ke muka bumi ini semata-mata untuk berbakti
dan beribadah kepadanya, oleh karena itu Allah mengetahui mana hamba
yang bertaqwa dan mana yang tidak. Di dalam seumur hidup kita Allah
SWT hanya memanggil 3 (tiga) kali saja, apakah ketiga panggilan Allah
tersebut:

1. Panggilan Pertama adalah ADZAN.
Itu adalah panggilan Allah SWT yang pertama, panggilan ini sangat
jelas terdengar di telinga kita dan sangat kuat terdengar, itulah
panggilan Allah kepada kita untuk menjalankan perintah shalat, dengan
melaksanakan shalat tepat waktu sesungguhnya kita telah menjawab
panggilan Allah tersebut. Akan tetapi Allah masih fleksibel dengan
sifat pengasih dan penyayangnya Dia tidak cepat marah akan sikap kita.
Kadang kita suka terlambat, bahkan tidak shalat sama sekali karena
malas, Allah tidak marah seketika itu juga kita mengabaikan
panggilannya, Dia tetap memberikan segala rahmatNya, memberikan
kebahagiaan bagi setiap hambaNya, baik hambaNya itu menjawab panggilan
AdzanNya atau tidak, sesungguhnya Allah hanya akan membalas hambaNya
ketika hari Kiamat nanti, karena shalat adalah penolong utama ketika
di akhirat kelak dan ibadah yang di hisab pertama kali, itulah
pertanggung jawaban kita nanti dihadapan Allah SWT hingga akhirnya
kita yang menentukan mau selamat di dunia yang hanya sesaat atau
selamat di akhirat nanti yang kekal abadi.

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ
لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي
بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ
النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَجِبْ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata: Ada seorang lelaki
buta yang menemui Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dia
mengatakan: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya tidak memiliki
penuntun yang menuntun saya untuk berangkat ke masjid.”Dia meminta
kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk diberikan
keringanan agar diperbolehkan untuk shalat di rumahnya. Maka Nabi pun
memberikan keringanan kepadanya, kemudian ketika lelaki itu berbalik
untuk pulang beliau memanggilnya dan bertanya: “Apakah kamu masih
mendengar panggilan adzan?”. Dia menjawab, “Iya.” Maka beliau
bersabda, “Kalau begitu maka penuhilah.” (HR. Muslim dalam Kitab
al-Masajid wa Mawadhi’ as-Shalah).

Shalat 5 (lima) waktu adalah aktifitas rutinitas kita sebagai muslim
dan memiliki keutamaan yang begitu besar bagi kita, apalagi secara
shalat berjamaah.

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ
يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ
دَرَنِهِ شَيْءٌ قَالُوا لَا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ قَالَ
فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِنَّ
الْخَطَايَا
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam bersabda: “Bagaimana menurut kalian apabila di depan pintu
rumah kalian terdapat sebuah sungai yang dia mandi di sana lima kali
setiap hari, apakah masih ada kotoran di tubuhnya yang menempel?”.
Maka mereka menjawab, “Tidak ada kotoran lagi yang tersisa di
tubuhnya.” Maka beliau bersabda, “Maka demikianlah perumpamaan shalat
lima waktu yang dengannya Allah berkenan menghapuskan dosa-dosa.” (HR.
Muslim dalam Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ as-Shalah).

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya :
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَلْقَى اللَّهَ غَدًا
مُسْلِمًا فَلْيُحَافِظْ عَلَى هَؤُلَاءِ الصَّلَوَاتِ حَيْثُ يُنَادَى
بِهِنَّ فَإِنَّ اللَّهَ شَرَعَ لِنَبِيِّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ سُنَنَ الْهُدَى وَإِنَّهُنَّ مِنْ سُنَنِ الْهُدَى وَلَوْ
أَنَّكُمْ صَلَّيْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ كَمَا يُصَلِّي هَذَا
الْمُتَخَلِّفُ فِي بَيْتِهِ لَتَرَكْتُمْ سُنَّةَ نَبِيِّكُمْ وَلَوْ
تَرَكْتُمْ سُنَّةَ نَبِيِّكُمْ لَضَلَلْتُمْ وَمَا مِنْ رَجُلٍ
يَتَطَهَّرُ فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَعْمِدُ إِلَى مَسْجِدٍ مِنْ
هَذِهِ الْمَسَاجِدِ إِلَّا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِكُلِّ خَطْوَةٍ
يَخْطُوهَا حَسَنَةً وَيَرْفَعُهُ بِهَا دَرَجَةً وَيَحُطُّ عَنْهُ بِهَا
سَيِّئَةً وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إِلَّا
مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ وَلَقَدْ كَانَ الرَّجُلُ يُؤْتَى بِهِ
يُهَادَى بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ حَتَّى يُقَامَ فِي الصَّفِّ
Dari Abdullah yaitu Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, dia berkata:
“Barangsiapa yang ingin berjumpa dengan Allah kelak di akhirat sebagai
seorang muslim maka hendaklah dia menjaga shalat-shalat wajib itu yang
apabila saatnya tiba maka adzan pun dikumandangkan. Sesungguhnya Allah
mensyariatkan untuk Nabi kalian shallallahu alaihi wasallam berbagai
jalan petunjuk dan sesungguhnya shalat berjamaah itu termasuk jalan
petunjuk. Kalau saja kalian mengerjakan shalat di rumah-rumah kalian
sebagaimana shalatnya orang yang sengaja meninggalkan jamaah itu
sehingga dia mengerjakannya di rumahnya maka itu artinya kalian telah
meninggalkan Sunnah Nabi kalian, dan kalau kalian sudah meninggalkan
Sunnah Nabi kalian maka pastilah kalian menjadi sesat. Tidaklah
seseorang bersuci dengan sebaik-baiknya kemudian dia bersengaja untuk
ke masjid di antara masjid-masjid yang ada ini kecuali Allah pasti
akan mencatat satu kebaikan baginya dari setiap langkah kakinya dan
Allah akan menaikkan derajatnya setiap kali dia melangkahkan kakinya
itu, dan Allah berkenan untuk menghapuskan karenanya satu kejelekan.
Sungguh, aku teringat bahwa dahulu tidak ada orang yang sengaja
meninggalkan sholat jama’ah itu kecuali orang munafiq yang diketahui
dengan jelas kemunafikannya. Bahkan sampai-sampai pernah terjadi ada
seorang sahabat yang didatangkan ke masjid dalam keadaan dipapah oleh
dua orang lelaki hingga diberdirikan di dalam shaf.” (HR. Muslim dalam
Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ as-Shalah).

Sesngguhnya saudaraku di KSIH islam itu agama rahmatan lil aalamiin,
begitu besar pahala yang Allah berikan kepada manusia yang beriman dan
bertaqwa kepadanya, segala niat amal kebaikan yang kita lakukan akan
mendapatkan balasan, begitu juga halnya melangkahkan kaki menuju
masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah Allah akan hapuskan segala
dosa kita.

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى
بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ
اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً
وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata: Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang bersuci di
rumahnya kemudian berjalan menuju salah satu rumah di antara
rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu shalat wajib yang Allah
berikan kepadanya maka dengan langkah kakinya yang satu akan
menghapuskan dosa dan dengan langkah kaki yang satunya lagi akan
menaikkan derajat.” (HR. Muslim dalam Kitab al-Masajid wa Mawadhi’
as-Shalah).

SUARA ADZAN BUKAN SEKEDAR TANDA MASUK WAKTU SHALAT
Adzan, bukanlah sekedar tanda masuknya waktu shalat! Adzan adalah
panggilan Allah sang Maha Besar. Sabda Nabi: “Jika engkau mendengar
suara adzan, maka penuhilah panggilan Allah itu” (HR Thabrani).

Coba anda renungkan:
Bagaimana seandainya anda dipanggil oleh walikota untuk menerima
penghargaan..? Apakah perasaan anda biasa-biasa saja, kemudian datang
dengan pakaian seadanya serta tidak berusaha untuk datang tepat
waktu..? Pasti tidak kan..! Karena ini adalah undangan yang sangat
menyenangkan, tentu kita akan membeli pakaian dan sepatu baru, khusus
untuk menghadiri undangan tersebut dan yang pasti akan datang menepati
waktu yang ditentukan!

Nah, bagaimana pula seandainya kita dipanggil oleh gubernur, atau
bahkan presiden
untuk diberi penghargaan..? Tentu akan lebih bergembira dan akan mempersiapkan
diri lebih baik, bukan..? Dan, bagaimanakah jika kita dipanggil sang
Maha Raja untuk
diberi penghargaan dan hadiah yang sangat agung..? Ingatlah sekali
lagi: adzan adalah panggilan Allah sang Maha Raja, bukan panggilan
manusia.

Agar lebih termotivasi ketika mendengar adzan, pahami makna adzan
sebagai berikut:
“Allahu akbar Allahu akbar”
Allah Maha Besar memanggilku untuk menerima hadiah besar
“Asyhadu anlaa ilaaha illallah”
Aku bersaksi tiada yang lebih penting dari panggilan Allah ini
“Asyhadu anna Muhammadar-rasuulullah:
Aku bersaksi nabi Muhammad adalah panutan yg selalu memenuhi panggilan ini
“Hayya alash-sholah”
Yaitu panggilan shalat berjamaah di masjid
“Hayya alal falah”
Untuk menjemput hadiah kemenangan (kenaikan 27x, naik derajat, hapus dosa, dll)!
“Allahu akbar allahu akbar”
Allah Maha Besar memanggilku untuk menerima hadiah besar
“Laa ilaaha illallah”
Tiada yang lebih penting dari panggilan Allah ini!

2. Panggilan Kedua adalah HAJI/ UMROH BAGI YANG MAMPU
Haji (Bahasa Arab: حج‎; transliterasi: Hajj) adalah rukun (tiang
agama) Islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa.
Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan
kaum muslim sedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan) dengan
berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di
Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan
Zulhijah). Hal ini berbeda dengan ibadah umrah yang bisa dilaksanakan
sewaktu-waktu.

Panggilan ini sangat bersifat halus, Allah memanggil hamba-hambaNya
dengan panggilan yang halus dan sifatnya bergiliran. Hamba yang satu
mendapatkan kesempatan yang berbeda dengan hamba yang lain, JalanNya
bermacam-macam. Yang tidak punya uang menjadi punya uang, yang tidak
merencanakan, ternyata akan pergi, ada yang memang merencanakan dan
terkabul.

Ketika kita mengambil niat Haji / Umrah, berpakaian Ihram dan
melafazkan: “Labaik Allahuma Labaik/ Umrotan (Kami datang memenuhi
panggilan Yaa Allah)”, sesungguhnya disaat menjawab pa

Minggu, 17 September 2017

3 Musibah Setiap Hari

*TIGA MUSIBAH SETIAP HARI*

Pada dasarnya....
Ada tiga musibah setiap hari
Yang menimpa kita sebagai hambaNya.

Tetapi sayang...
Sebagian besar kita tidak menyadari,
Bahkan sebagian besar kita tidak bisa mengambil hikmahnya.

*Musibah pertama......*

Setiap hari jatah usia kita terus berkurang
Tetapi berkurangnya usia ini lepas dari perhatian.

Sementara itu....
Ketika harta yang berkurang
Perhatian kita sangatlah luar biasa,
Padahal harta yang hilang bisa diganti
Sementra umur yang hilang tidak akan ada gantinya.

*Musibah ke dua.....*

Setiap hari kita hidup dengan rizki dari Nya
Sementara kita lalai dan lalai....,
Bahwa setiap rizki yang ada
Kelak akan dihisab oleh Nya.

Apabila rizki itu halal
Kelak akan ditanya....
Sudahkah kita mensyukurinya ?.

Apabila rizki itu haram.....
Maka Alloh Subhanahu Wa Ta'ala kelak mengadzab kita.

*Musibah ke tiga.....*

Disadari atau tidak,
Setiap hari kita melangkah mendekati akhirat,
Sebagaimana juga kita terus melangkah menjauhi dunia.

Tetapi perhatian kita terhadap akhirat yang kekal
Tidak sebesar perhatian kita terhadap dunia yang fana.

Sementara kita tidak tahu
Bagaimana akhir perjalanan kita kelak,
Apakah akan menjadi penghuni surga
Dengan segala keindahan dan kenikmatannya,
Ataukah menjadi penghuni neraka
Tempat segala adzab dan siksanya.

Sebanyak apapun harta dunia terkumpul,
Atau sebanyak apapun penghargaan dan jabatan teraih,
Semua tidak seindah kenikmatan yang menjadi impian
Dan dambaan Nabi Yusuf Alaihi Salaam :

توفني مسلماً وألحقني بالصالحين

_"Yaa Allah aku memohon padaMu...._
_Agar engkau mewafatkanku dalam keadaan Islam_
_Dan kumpulkanlah aku di surgaMu_
_Bersama hamba-hambaMu yang sholeh."_
_(QS. Yusuf : 101)._

*Sungguh !*
*Alangkah sedihnya hati ini....*
*Mendengar ungkapan Syeikh Muhammad Bin Sholeh Al Utsaimin :*
_"Apabila engkau merasa malas melakukan ketaatan,_
_Maka waspadalah......_
_Bisa jadi Alloh tidak suka kepada ibadahmu."_

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

وَلَٰكِن كَرِهَ اللَّهُ انبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ 

_"Allah benci terhadap ibadah mereka (orang-orang munafik)...._
_Dengan sebab itu Allah palingkan mereka dari ibadah tersebut."_
_(QS. At Taubat : 46)._

*_Yaa Allah......._*
*_Jangan engkau jadikan dunia ini impian terbesar kami,_*
*_Dan jangan pula dunia ini menyita waktu kami..._*

*_Ya Allah......._*
*_Jangan jadikan neraka sebagai akhir dari perjalanan kami,_*
*_Dan jadikan surgaMu sebagai rumah peristirahatan terakhir kami....._*

آمِيّنْ آمِيّنْ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

Mks

Selasa, 05 September 2017

Kesetiaan

Ada yang tanya saya tentang kutulusan cinta kepada istri,anak dan sesama manusia
Saya coba menjawab.......
Ketulusan bagi saya....
Adalah bukti cinta saya pada Allah....dan apa yang saya nampakkan buat istri,anak dan orang orang di sekitar saya,adalah wujud cinta saya pada Allah....
Jika saya ingin meningkatkan kwalitas ketulusan dan kasih sayang saya.....maka saya harus meningkat kan cinta saya pada Allah, ....
Hingga saya selalu di dalam pelukan-Nya....
Yang menjadikan orang orang di sekitar saya,merasakan kelembutan dan ketulusan cinta dan kasih sayang saya.....aamiin,in shaa Allah,maaf dan mks ( dr.Arajs,04 Sept 2017)

Senin, 04 September 2017

Muhasabah Gerakan

*MUHASABAH GERAKAN*

*Tragedi Mesir* mengajarkan kita untuk peduli.

*Tragedi Suriah* meinspirasi kita untuk punya militansi.

*Tragedi Rohingya* membuat kita sadar, bahwa menjadi minoritas sangst mungkin kita tertindas.

Setiap tragedi yang menimpa umat ini seharusnya memberi pelajaran berarti.

*Dakwah harus dikawal dengan jihad*.

Karena ketika dakwah berjalan sendiri, maka dia akan rawan mendapat halangan, disitulah jihad berperan.

Tragedi-tragedi ini juga menyadarkan kita bahwa *setiap nyawa muslim harus dibela*. Meski dengan keterbatasan yang kita punya.

*Para ibu harus sadar hal ini*. Sehingga menyiapkan anak-anak yang peka pada zamannya.

Agama modern melihat kekerasan tak perlu terjadi. *Mereka lupa bahwa kapitalis & imperialis selalu menebar teror di dunia ini*.

*Para akhwat muslimah harus sadar politik*. Dunia tak hanya sekedar memilih motif pakaian. Tetapi pertempuran idiologi iman.

*Para pemuda harus tahu tantangan zamannya*. Jangan terlalu larut pada urusan cinta. Karena nyawa muslimin dalam bahaya.

*Perlu halaqah-halaqah politik, disamping halaqah ilmu dien*. Memandang pertarungan dari sisi yang lebih benar.

*Politik umat ini* bukan hanya sekedar duduk di kursi DPR. Tetapi *tahu mana haq & bathil & harus berdiri disisi mana*.

Umat ini harus tahu bahwa musuh itu ada. Tiap detik berpikir soal bagaimana menghancurkan kita.

*Mereka hanya akan berhenti saat kita mengikuti millah mereka*. Dan bumi ini hanya akan diatur oleh aturan mereka.

*Urusan umat ini* lebih besar daripada hanya sekedar menjadi pemenang X Factor atau Master Chef.

*Urusan umat ini* lebih penting daripada sekedar mengoleksi foto penyanyi K-POP & menangisi foto mereka.

*Urusan umat ini* lebih penting daripada berdebat soal perbedaan pendapat harakah kita.

*Mereka sepakat memusuhi kita*, sedangkan kita berpecah belah dalam memerangi mereka.

Kita bersungut-sungut hanya karena takbiratul ikram yang berbeda gerakannya, sementara kristenisasi kita diam saja.

*Musuh menyediakan taman bermain untuk membuat kita lupa* mengasah pedang-pedang kita. Musuh menyediakan tayangan yang tak ada ending diakhirnya, agar kita sibuk berpikir tentangnya.

*Musuh mengajarkan konsep cinta dunia*, hingga urusan meraih pahala saja harus dihitung-hitung dengan dunia kita.

Musuh telah menebar duta-duta cantiknya, *menyeru pada kemaksiatan & kita pun masuk dalam perangkapnya.*

Sehingga tersemat dikepala umat ini, berjuang untuk agamanya tidak lebih mulia daripada berjuang demi alamnya.

*Musuh mengajak kita tertawa, agar lupa genangan darah saudara-saudara kita*. Musuh mengajak kita menikmati dunia dengan cara mereka.

Dan mereka menolak cara-cara kita. Musuh mengajak kita makan makanan mereka, dengan cara & gaya mereka.

Maka memalukan bila kita menolak pikiran & gerakan musuh, tetapi kita bangga memakan makanan mereka dengan gaya mereka.

Musuh menyajikan tayangan setiap hari untuk *membuat kering airmata kita & kerasnya hati kita.*

Musuh tidak akan memberi kesempatan pada kita berpikir menegakan agama. Berpikirlah terus tentang dunia.

*Musuh tahu bagaimana mengadu domba.* Dan kita selalu mau menjadi domba baik hati yang menuruti mereka.

*Musuh tahu bagaimana membuat kita cakar-cakaran sendiri sesama saudara*. Hanya karena beda sedikit saja.

Musuh tahu bagaimana menciptakan kesibukan dalam internal kita. *Agar kita tidak sempat berpikir melawan mereka.*