Translate

Minggu, 30 Oktober 2016

Kehidupan

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

" TELUR "
Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar, maka kehidupan di dalam  telur akan berakhir.

Tapi......
Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari dalam, maka kehidupan baru telah LAHIR.

HAL-HAL BESAR selalu dimulai DARI DALAM.

Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa
•langit itu selalu biru,
•Bunga selalu mekar,
•Mentari selalu bersinar

Tapi ketahuilah bahwa Dia selalu memberi:

*Pelangi di setiap badai,
*Senyum di setiap air mata,
*Berkah/manfaat  di setiap cobaan,
*Jawaban di setiap doa.

Jangan pernah menyerah sahabat.
Terus berjuanglah.

“Life is so beautiful..”.

* Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan perjalanan maka nikmatilah.
* Hidup adalah tantangan, hadapilah.
* Hidup adalah anugerah, terimalah.
* Hidup adalah tugas, selesaikanlah.
* Hidup adalah cita-cita, capailah.
* Hidup adalah misteri, singkapkanlah.
* Hidup adalah kesempatan, ambillah.
* Hidup adalah lagu, nyanyikanlah.
* Hidup adalah janji, penuhilah.
* Hidup adalah keindahan, bersyukurlah.
* Hidup adalah teka-teki, pecahkanlah.

1 hal buat kita Bahagia adalah CINTA
1 hal buat kita bertambah Dewasa adalah MASALAH
1 hal buat kita Hancur adalah PUTUS ~ ASA
1 hal buat kita Maju adalah USAHA
1 hal buat kita Kuat adalah DOA.

Dan Alloh SWT .. Ridhlo.....

Ya Hayyul Qayyum…
Tambahkan ilmu pengetahuan kami. Mudahkan rizqi kami. Mulyakan diri dan keluarga kami. Angkat derajat kami.

Ya Mujiib, kabulkanlah seluruh doa-doaku.

آمين... يَا رَ بَّالعَـــالَمِيْن.

Jumat, 28 Oktober 2016

Kebiasaan yang Sering Muncul

Kebiasaan Yang Sering Muncul
1.ajakan melakukan kebajikan.....haruslah memang menjadi kebiasaan kita (in shaa Allah....orang yang menuju taqwa) dan sekaligus memang perintah Allah untuk hamba hamba-Nya yang kepingin ber untung/sukses dan bahagia,ex .Qs.al-Ash,
Untuk mewujudkan semua itu, Allah mengisyaratkan,hendaknya manusia melakukan semua itu dengan ikhlas untuk mencari keridhoan Allah.
Bagaimana mengaplikasikan ikhlas....di Qur'an dan hadits telah banyak di jelaskan,bisa dengan cara sembunyi sembunyi atau terang terangan,
Secara character yang sembunyi lebih berpeluang untuk ikhlas, tapi.....juga belum pasti ikhlas,begitu juga sebaliknya.....
Yang pasti hanya Allah dan pelakunya yang tau.....
2.melihat padatnya arus informasi yang berada di sekitar kita, yang......maaf,cenderung yang jelek,ke sia siaan,kemaksiatan.....kuat mempengaruhi kita.....
Untuk itulah menurut saya, kita perlu zona/lingkungan yang kondusif....ex....ajakan untuk tahajud, mengaji, ber laku adil,memuliakan orang tua,rumah Allah,dll
Karena jika hal itu tidak kuat di munculkan, maka yang negatif akan merajai/menguasai suasana lingkungan di sekitar kita....
Ex.....wanita dan laki laki menggunakan pakaian seminim mungkin,mereka santai,cuek......bagaimana resiko dari prilaku mereka? Ada kah orang mau menegur?
Lalu di saat yang sama ada wanita pakai jubah dan laki laki pakai Jenggot dan celana cingkrang?...
Terkadang orang lebih tertarik mengurus pakaian yang ke-2(muslim ttt),
Sementara kalau di lihat dampak negatifnya.....in shaa Allah akan lebih banyak ,pada busana mode yang ke-1.....
Untuk melihat ke ikhlasan,...kita sama sama tidak tau...
Tapi saya akan lebih ber terima kasih jika lingkungan saya lebih banyak menggunakan busana mode ke-2,
Begitu juga akhir akhir ini,saya mensosialisasikan dzikir dengan melafalkan hingga bibir betul betul bergerak dan penghayatan,dengan cara ini Qalbu akan ber proses,ber beda dengan zikir tanpa menggerakkan bibir...(bisa di coba),umumnya tidak sampai menggerakkan Qalbu,.....sehingga dampak ke character akan berubah....( hasil penelitian Qalbu Madani)
Ada pertanyaan....apakah pola dzikir dengan bibir terlihat dan keluar bacaan lembut/syir..dengan penghayatan...
Apakah nanti tidak di katakan riyak......
Saya jawab saat itu yang tau hati orang yang ber dzikir siapa?....
Bukankah Allah dan dirinya....
Dzikir seperti itulah yang di lakukan di zaman rasulullah dan para sahabat.....
Saya ber tanya balik.....kenapa anda ragu untuk melakukan itu....karena takut di anggap riyak....
Sementara di sana sini, di jalan, di banyak tempat,orang ber nyanyi,tertawa, teriak......
Mereka nggak perduli dan tidak ada sekitar nya yang mengoreksi nya...
Mengapa fenomena ini berbalik
Yang menampakkan kebaikan menjadi bahan koreksi saudara kita yang muslim dan umum,sementara yang ber prilaku yang tidak tepat, bahkan yang melanggar agama....tidak menjadi bahan koreksi untuk banyak lapisan di masyarakat?
3.saudaraku....pergeseran pemahaman pemahaman mendasar sudah banyak bergeser,saya katakan nyaris Indonesian menjadi sekuler......
Coba kita perhatikan, 2-3 periode di atas kita....
Beliau jika akan melakukan sesuatu....yang di pikirkan awal adalah bagaimana menurut agama,.....jika di perbolehkan,...baru bertindak....tapi bagaimana sekarang atau anak anak kita?
Untuk melakukan sesuatu kita jarang terpikirkan, agama membolehkan/tidak?
Ex....mulai masalah peran wanita di masyarakat/sosial dan pekerjaan?
Wanita dalam rumah tangga
Poligami, politik dll
Saya merasakan semuanya sudah bergeser.....
Kalau orang bicara semua itu untuk moderenisasi,biar berkwalitas...dll
Kalau kita ingin melihat kwalitas dari suatu bangsa,maka kita harus melihat peradaban yang pernah ada di muka bumi ini.
Coba kita lihat peradaban yang paling kuat dan cepat di bangun yang pernah ada di muka bumi ini hanya 1,peradaban islam
Hanya 23 th...rasulullah mampu merubah jazirah arab dan sekitar nya,hanya memerlukan waktu 60th(dari rasulullah menerima wahyu-khalifah ali bin abi thalib)...1/2 lebih dari dunia ,berada dalam naungan islam...
Adakah sistem,manusia dan apapun namanya....
Melebihi dari peradaban islam?
Lalu mengapa dalam hidup kita....jarang menggunakan islam(Qur'an dan Hadits)sebagai literatur utama dalam pemikiran kita?
Saudaraku.....
Saatnya kita ber satu,dukung semua kebaikan yang dilakukan saudara kita,selama tidak mengajak ke musyrikan....
Do'akan saudara kita untuk lebih baik dan sempurna....
Karena musuh yang nyata sudah dihadapan kita,terang terangan.....dan berani melawan kita......
Maka tunjukkan lah rasa syukur kita pada Allah dengan selalu menjaga dan mengurus agama-Nya,....maaf dan mks (dr.Arajs)

Rabu, 26 Oktober 2016

The Last Lecture

"THE LAST LECTURE"
(Pengajaran Terakhir)

KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP ANDA LEBIH BAIK

   Terdiri atas : 
-- Personality
-- Community and
-- Life. 

Berikut penjelasannya.

   A.  PERSONALITY :

1. Jangan membandingkan hidup kita dengan orang lain karena kita tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui.

2. Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada diluar kendali kita, melainkan salurkan energi kita menuju kehidupan yang dijalani saat ini, secara positif

3. Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan kemampuan kita.

4. Jangan memaksa diri kita untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna.

5. Jangan membuang waktu kita yang berharga untuk gosip.

6. Bermimpilah saat kita bangun (bukan saat tertidur).

7. Iri hati akan membuang-buang waktu, karena kita sudah memiliki semua kebutuhan kita.

8. Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan siapapun di masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan kita saat ini.

9. Hidup terlalu singkat untuk membenci siapapun itu. Belajarlah untuk mencintai kebaikan orang lain.

10. Berdamailah dengan masa lalu kita agar hal tersebut tidak menganggu masa ini.

11. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan kita kecuali kita.

12. Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan kita berada di sini sebagai pelajar. Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang kita dapat bertahan seumur hidup.

13. Senyumlah dan tertawalah.

14. Kita tidak dapat selalu menang dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan.

      B. COMMUNITY :

15. Hubungi keluarga kita sesering mungkin, terutama orangtua.

16. Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain, terutama tetangga.

17. Ampuni setiap orang untuk segala hal

18. Habiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun.

19. Coba untuk membuat paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari.

20. Apa yang orang lain pikirkan tentang kita bukanlah urusan kita.

21. Pekerjaan kita tidak akan menjaga kita di saat kita sakit, tetapi keluarga dan teman kita. Tetaplah berhubungan baik

           C. LIFE :

22. Jadikan Allah sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan kita.

23. Allah menyembuhkan segala sesuatu.

24. Lakukan hal yang benar.

25. Sebaik / seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah.

26. Tidak peduli bagaimana perasaan kita, bangun, berpakaian, dan keluarlah !

27. Yang terbaik belumlah tiba.

28. Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan.

29. Ketika kita bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Allah untuk itu.

30. Jika kita mengenal Allah, kita akan selalu bersukacita.
So, Be Happy.

Mati tidak menunnggu Tua.....
Mati tidak menunggu sakit...
Nikmati hidup..........
Sebelum hidup tidak bisa dinikmati.

Selasa, 25 Oktober 2016

RAHASIA ZUHUD ULAMA IMAM HASAN AL-BASHRI

RAHASIA ZUHUD
ULAMA IMAM HASAN AL-BASHRI !!!

1. AKU TAHU rizqiku tidak akan diambil orang lain, karena itu hatiku selalu tenang.

2. AKU TAHU amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal shaleh.

3. AKU TAHU ALLAH Ta'ala selalu memperhatikanku, karena itulah aku malu jika ALLAH melihatku sedang dalam maksiat.

4. DAN AKU TAHU kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan ALLAH...

🌿 Jangan tertipu dengan usia MUDA karena syarat mati tidak harus TUA !

🌿 Jangan terpedaya dengan tubuh yang SEHAT karena syarat mati tidak mesti SAKIT !

🌿 Jangan terpedaya dengan harta kekayaaan sebab si kaya pun tidak pernah menyiapkan kain kafan buat dirinya meski cuma selembar !

🌿 Mari terus berbuat BAIK, berniat untuk BAIK, berkata yang BAIK-BAIK, memberi nasihat yang BAIK, meskipun tidak banyak orang yang mengenalmu dan tidak suka dengan nasihatmu. Cukuplah Allah yang mengenalimu lebih dari pada orang lain !

🌿 Jadilah JANTUNG yang tidak terlihat, tetapi terus berdenyut setiap saat hingga kita terus dapat hidup, berkarya dan menebar manfaat bagi sekeliling kita sampai diberhentikan oleh-NYA !

🌿 WAKTU YANG KUSESALI ADALAH JIKA DARI PAGI HINGGA MATAHARI TERBENAM, AMALKU TIDAK BERTAMBAH SEDIKITPUN, PADAHAL AKU TAHU SAAT INI UMURKU TERUS BERKURANG (Ibnu Mas'ud r.a).mks

Peluang Syurga

Peluang Syurga

Bgmn kita sbg umat terakhir Nabi Muhammad SAW tdk merasa untung, bahagia & penuh harap dg memperhatikan hadist berikut:

- Saya akan mendatangi pintu Syurga pd hr Kiamat dg mengetuknya, penjaga Syurga bertanya"Siapa kamu? "Aku jwb                       " Muhammad" lalu penjaga Syurga mengatakan "Demi engkau saya diperintah tdk membuka pintu ini bagi siapapun seblm engkau " (HR Ahmad dr Anas),
**Harapan kita siapa tahu kita sdh berada di belakang Rasulullah saat itu? Aamiin

- Saya diberi 5 perkara yg tdk diberikan kpd seorang rasulpun seblm ku yaitu :1. Aku ditolong dg rasa kantuk yg dialami oleh musuh selama 2 bln, 2. Aku diberi kunci2 bumi, 3.Dijadikan bumi bagiku sbg tempat sujud yg suci, 4. Dijadikan umatku sbg umat terbaik, 5.Diberikan syafaat & bukti kenabian yg diutus kpd kaumku & diutus utk seluruh manusia seluruhnya ( HR Buchori & Muslim)
** Smoga kita bisa mengaplikasikan shg menjadi umat terbaik; insyaa Allah

- 70 ribu orang umatku memasuki syurga tanpa hisab, wajah2 mereka spt bln purnama & hati mereka satu, lalu aku minta tambahan, kemudian Allah Yang Maha Tinggi &  Mulia memberi tambahan setiap 1 orang membawa 70 ribu orang lagi (HR Ibnu Marduya dr Ibnu Abbas)
** 70 ribu dikali 70 ribu kan 4,9 milyard? siapa tahu kita termasuk salah satunya, aamiin..Yra..
Allahu A'lam bi showab .. 🌿.mks

Jumat, 21 Oktober 2016

Seekor Anjing Marah Ketika Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam di Hina

SEEKOR ANJING SAJA MARAH KETIKA NABI MUHAMMAD SAW DI HINA.

Al Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah bercerita di Dalam Kitabnya :

Pernah suatu hari ada sekelompok orang dari kalangan pembesar Nashrani menghadiri sebuah perayaan seorang pemimpin Mongol yang telah murtad (menjadi Nashrani).

Dan pada perayaan itu ada seorang pendeta yang menghina Nabi SAW, sedangkan di sana ada seekor anjing pemburu yang terikat.

Maka saat si penyembah salib yang dengki ini mulai mencela Nabi SAW anjing tersebut menggonggong dengan keras lalu kemudian menerkam si Nashrani itu dan mencakar wajahnya.

Maka orang-orang yang melihatnya terkejut dan segera berusaha menyelamatkannya. Lantas sebagian orang yang hadir berkata: Itu diakibatkan hinaanmu kepada Muhammad SAW.

Lantas si Nashrani berkata: Tidak, Anjing ini hanya spontanitas karena melihat isyarat tanganku dan disangkanya aku ingin memukulnya.

Namun kemudian Si Nashrani ini mengulang kembali celaannya terhadap Nabi SAW dengan perkataannya yang sangat keji. Maka si anjing pun berhasil lepas dari ikatannya dan langsung saja menyambar leher si Nashrani itu dan merobek hingga bagian dadanya yang paling atas.
Orang itu pun mati seketika.

Karena kejadian ini, ada sekitar 40.000 orang Mongol masuk Islam.

Di zaman kita, apakah anjing lebih mulia dan lebih pemberani daripada manusia?

_{Lihat: Al Haafidz Imam Ibnu Hajar Al Asqolany didalam kitab "AdDurarurl Kaaminah Fi A'ayaanil Miati Tsaaminah" Jilid 4 Halaman 153.}_

قصة الكلاب الذى انقض على النصراني الذى شتم النبي

ابن حجر العسقلاني

أَن بعض أُمَرَاء الْمغل تنصر فَحَضَرَ عِنْده جمَاعَة من كبار النَّصَارَى والمغل فَجعل وَاحِد مِنْهُم ينتقص النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم وَهُنَاكَ كلب صيد مربوط فَلَمَّا أَكثر من ذَلِك وثب عَلَيْهِ الْكَلْب فخمشه فخلصوه مِنْهُ وَقَالَ بعض من حضر هَذَا بكلامك فِي مُحَمَّد صلى الله عَلَيْهِ وَسلم فَقَالَ كلا بل هَذَا الْكَلْب عَزِيز النَّفس وَآل أُشير بيَدي فَظن أَنِّي أُرِيد أَن أضربه ثمَّ عَاد إِلَى مَا كَانَ فِيهِ فَأطَال فَوَثَبَ الْكَلْب مرّة أُخْرَى فَقبض على زردمته فقلعها فَمَاتَ من حِينه فَأسلم بِسَبَب ذَلِك نَحْو أَرْبَعِينَ ألفا من الْمغل

ابن حجر العسقلاني، الدرر الكامنة في أعيان المائة الثامنة، ت محمد عبد المعيد ضان، مجلس دائرة المعارف العثمانية، صيدر اباد - الهند، الطبعة الثانية 1392هـ/ 1972م ج 4 ص 153.

"Jangan Sampai Seekor Anjing Masih Lebih Mulia Karena Membela Kehormatan Nabi SAW , Dibanding Yg Mengaku Muslim Tapi Membela Penghina Al Qur'an"

Kamis, 20 Oktober 2016

Qonaah

RAKUS dan TAMAK adalah PENYAKIT yang MERUSAK

Diriwayatkan oleh Imam al-Ghazali, suatu ketika kaum Bani Israil bertanya kepada Nabi Musa a.s : “Tanyakan kepada Tuhanmu kami memperoleh apa, bila mengerjakan sesuatu. Sebab kami telah amalkan apa yang Dia (Allah) inginkan”.

Nabi Musa a.s berkata: “Ya Tuhanku, Engkau benar-benar sudah mendengar apa yang mereka katakan padaku”. Allah SWT berfirman kepada nabi Musa a.s: “Hai Musa, katakanlah pada mereka, ‘Mereka harus ridla kepada-Ku. Aku pun akan ridla terhadap mereka” (Imam al-Ghazali, Mukasyafat al-Qulub).

Kisah tersebut memberi arti, bahwa setelah kita melakukan amal shalih, janganlah berharap-harap balasan berupa harta duniawi. Usai beramal, serahkanlah kepada-Nya. Hanya satu yang harus diharap; ridla-Nya, tidak lainnya. Cukup dengan ridla-Nya, amal kita pasti dibalas dengan setimpal kelak.

Menerima ridla-Nya itu berarti kita harus qana’ah. Menurut Abu Abdilllah bin Khafifi, qana’ah adalah meninggalkan angan-angan terhadap sesuatu yang tidak ada dan menganggap cukup dengan sesuatu yang ada.

Qana’ah adalah pintu menjadi hamba Allah yang cerdas, sedangkan tamak (rakus) dan pendengki adalah jendela pembuka kerusakan.

Imam Abu Bakar al-Maraghi bernah bertutur kepada murid-muridnya:”Orang yang berakal sehat adalah orang yang mengatur urusan dunia dengan sikap qana’ah dan mengatur urusuan agama dengan ilmu dan ijtihad” (Abdul Karim al-Qursyairi, Risalah al-Qusyairiyah).

Menurut Imam Turmuzi, qana’ah itu adalah jiwa yang rela terhadap pemberian rezeki yang telah ditentukan, dan tidak berkeinginan terhadap sesuatu yang tidak ada hasilnya. Pada dasarnya berangan-angan terhadap sesuatu yang tidak hasilnya adalah angan-angan orang yang bodoh.

Tentunya, orang yang berakal dan cerdas seperti itu adalah orang memahami siapa diri dan harus bagaimana diri ini. Orang yang qona’ah, adalah orang yang hidupnya terbebas dari segala macam belenggu nafsu dan ambisi. Hal ini adalah disebabkan karena mereka merasa yakin dan percaya sepenuhnya akan kebijakan adil Allah SWT.

Menurut Imam al-Ghazali, kemuliaan seorang hamba itu bermula dari qana’ah dan kehinaannya berawal dari sifat tamak. Makanya, qana’ah adalah karakter utama mukmin sejati. “Qana’ah itu ibarat raja yang tidak mau bertempat tinggal kecuali di hati mukmin” kata Imam al-Qusyairi. Sedangkan orang yang tamak selalu dikejar-kejar nafsu untuk menumpuk harta sebanyak-banyaknya, tanpa memperdulikan apakah harta tersebut diperoleh dengan cara yang halal ataukah haram.

Untuk menjadi orang yang qan’ah, maka kita perlu memperbanyak syukur, bersikap wara’ dan menghindari gaya hidup yang berlebihan.

Rasulullah SAW bersabda: “Jadilah orang yang wara’, maka engkau akan menjadi orang yang paling ahli beribadah. Jadilah orang yang qana’ah, maka engkau akan menjadi orang yang paling ahli bersyukur. Cintailah orang lain sebagaimana engkau mencintai diri sendiri, maka engkau akan menjadi mukmin yang baik. Berbuatlah baik kepada tetanggamu, maka engkau akan menjadi orang Islam yang baik. Sedikitkanlah tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. Al-Baihaqi).

Seseorang yang apabila di dalam hatinya terdapat sifat wara’, maka hidupnya akan tenang dan tentram tanpa terusik oleh nafsu untuk menguasai dunia (harta). Dalam usahanya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, ia akan selalu memperhatikan ketentuan-ketentuan Allah (pantang baginya mendapat barang atau harta yang meragukan hatinya, apalagi yang haram).

Hindari Tamak!

Orang tamak pada hakikatnya menurut al-Ghazali adalah orang fakir, mengutip pendapat Umar bin Khattab r.a ia mengakatan; “Sesungguhnya tamak adalah kefakiran, sementara membuang iri hati terhadap rizki orang lain justru adalah kekayaan.”

Sifat tamak dan dengki biasa berjalan bersamaan. Keduanya sama-sama perusak kehidupan seorang mukmin. Diriwayatkan dari Abu Ayyub al-Anshari Rasulullah SAW pernah menasihatinya: “Jika engkau shalat, lakukanlah shalatmu itu seakan-akan terakhir kalinya (berpamitan untuk mati), janganlah berbicara dengan pembicaraan yang membuatmu kelak tak dapat memberikan alasannya dan jangan berharp terhadap sesuatu yang sudah dipegang orang lain.”

Nafsu manusia jika tidak dikontrol iman sangat mudah jatuh pada sifat ketamakan. Jika manusia memiliki satu lembah emas, tentu dia menginginkan yang keduanya. Dan apabila ia telah memiliki dua lembah emas, tentu ia menginginkan yang ketiga. Kata para ulama, tidak ada yang dapat memenuhi perut mereka kecuali mati. Selama manusia bernafas, ia selalu saja digoda setan dengan ketamakan dan dengki.

Janganlah dibiarkan kerakusan bercokol di dalam hati kita. Ada kecenderungan orang yang rakus itu menjadi jahat, merasa ringan berbuat maksiat bahkan rela mengorbankan kemuliaan, sekedar untuk memuaskan ambisi nafsunya.

Hati-hatilah dengan sifat rakus. Rakus itu merusakkan tatanan kehidupan. Hatinya selalu bergejolak bagaimana memenuhi keinginan nafsunya saja. Kerakusan harus kita lemahkan. Sifat ini biasanya mencengkeram jiwa di saat kita mulai memiliki sifat iri dengki. Dan kadang dimulai dari angan-angan/imajinasi kosong kita tentang harta. Kerakusan dapat kita lemahkan dengan belajar hidup sederhana, wara’ dan qana’ah.

Tamak dan rakus kepada dunia, dapat menyebabkan hati seseorang terombang-ambing dan selalu dikejar-kejar nafsu untuk menumpuk harta sebanyak-banyaknya. angkuh, cinta akan dunia, tidak amanah dan iri hati. Jadi tamak tidak saja merusak kadar iman, tapi juga membuka pintu kegagalan hidup.

Wallaahu a’lam bisshowaab.