Translate

Minggu, 15 Februari 2015

Posisi Makmum Masbuk / Tertinggal

Bolehkah Makmum Yang Masbuk Menjadi Imam?

Bismillahirrahmanirrahim,

Mengenai makmum masbuk apakah kita boleh bermakmum kepadanya atau tidak, ada dua pendapat. Pertama, tidak boleh. Orang yang shalat bermakmum kepada makmum yang masbuk, shalatnya dinilai tidak sah. Ini menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Malik. Mazhab Imam Malik menambahkan penjelasan bahwa apabila makmum masbuk yang dijadikan imam itu sempat mendapatkan satu rakaat bersama imam, kita tidak boleh bermakmum kepadanya. Tetapi kalau ia tidak mendapatkan satu rakaat pun bersama imam, kita boleh bermakmum kepadanya.

Pendapat ini didasarkan pada sebuah hadits Nabi saw. “Sesungguhnya seseorang dijadikan imam untuk diikuti, maka janganlah kalian berselisih terhadapnya.” Demikian kurang lebih sabda Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari, juga oleh Muslim, dan bersumber dari Sahabat Abu Hurairah r.a. Seorang makmum, menurut pandangan Imam Abu Hanifah dan Imam Malik, jelas bukan imam. Oleh karena itu, ia tidak boleh “diikuti”, dalam arti ‘dijadikan imam’.

Dalil kedua yang dijadikan dasar pijakan oleh mazhab Abu Hanifah dan Malik adalah sabda Rasulullah saw. yang mengatakan, “Seorang imam menanggung, dan seorang muazin dipercaya.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi, bersumber dari Abu Hurairah r.a.). Maksud hadits ini: seorang imam menanggung bacaan al-Fatihah makmum. Dalam pandangan kedua mazhab fikih ini, seorang makmum masbuk ‘ketinggalan’ membaca surah al-Fatihah yang menjadi syarat sahnya shalat, kalau ia bermakmum dan mendapati imam sedang rukuk. Bacaan al-Fatihah makmum masbuk itu “ditanggung” oleh imam. Lalu, bagaimana seorang masbuk yang tidak membaca surah al-Fatihah itu dapat menjadi imam?

Kedua, boleh bermakmum kepada makmum yang masbuk. Ini pendapat Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal. Menurut mereka, shalat bermakmum kepada makmum lain yang masbuk tetap sah. “Kecuali kalau shalat yang dilakukan adalah shalat Jumat,” demikian pendapat Hanbali. Ibnu Taimiyah juga mengatakan boleh.

Pendapat ini didasarkan pada hadits berikut. Ibnu Abbas r.a. berkata, “Suatu ketika aku tidur di rumah Maimunah, dan Rasulullah saw. pada malam itu berada di sana. Rasul saw. berwudu lalu melaksanakan shalat (sendiri, munfarid), lalu aku berdiri (untuk bermakmum) di sebelah kiri beliau, tetapi beliau menarik dan memindahkan aku ke sebelah kanannya.” (HR Bukhari dan Muslim). Juga hadits berikut. Anas r.a. menuturkan, “Rasulullah saw. melaksanakan shalat (munfarid) pada bulan Ramadhan. Aku kemudian datang dan berdiri di samping beliau. Kemudian datang orang lain dan berdiri, sampai jumlah kami agak banyak. Ketika Rasul saw. merasa bahwa kami berada di belakang beliau, beliau lalu meringankan shalatnya. (HR Muslim).

Berdasarkan hadits di atas, menurut pendapat kedua, seorang yang melakukan shalatmunfarid boleh saja beralih menjadi imam. Dan seorang makmum yang masbuk tidak jauh beda dengan seorang yang melaksanakan shalat munfarid. Buktinya, makmum masbuk harus melakukan sujud sahwi kalau ia lupa salah satu rukun shalat. Jadi, makmum masbuk sah untuk dijadikan imam oleh makmum masbuk yang datang kemudian.

Selain itu, Imam Syafi’ dan Imam Abu Hanifah juga berpegang pada hadits lain yang bersumber dari Ibunda Aisyah. Dalam hadits itu disebutkan bahwa Nabi saw. bermakmum kepada Abu Bakar. Nabi shalat sambil duduk di sebelah kiri Abu Bakar. Nabi kemudian mengimami shalat jamaah sambil duduk, sedang Abu Bakar bermakmum sambil berdiri. Abu Bakar mengikuti shalat Nabi saw., dan jamaah yang lain mengikuti gerakan Abu Bakar. (Hadits ini juga diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

Pakar-pakar fikih mazhab Syafi’i dan Hanbali menilai bahwa hadits di atas merupakan petunjuk bahwa perpindahan seseorang dari makmum menjadi imam adalah sah dan pernah terjadi pada masa Nabi saw. Ketika itu, Abu Bakar yang sebelumnya menjadi imam beralih menjadi makmum, dan Rasulullah saw. yang sebelumnya bermakmum kepada Abu Bakar beralih menjadi imam. Dengan demikian, seorang makmum yang masbuk boleh saja menjadi imam.

Mana yang lebih kuat? Hemat saya, pendapat kedua lebih kuat daripada pendapat pertama. Sebab, seorang makmum masbuk ketika melanjutkan shalatnya setelah imam mengakhiri shalatnya, hukumnya sama dengan orang yang shalat munfarid. Dan dari hadits-hadits yang diuraikan di atas kita ketahui bahwa seorang yang shalat munfarid boleh beralih menjadi imam. Dengan demikian, makmum masbuk pun boleh kita jadikan imam.

Demikian, Wallahu a’lam.

Sabtu, 14 Februari 2015

Dunia

#Rendahnya dunia ini
---------
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَاللهِِ، مَا الدُّنْيَا فِـي الْآخِرَةِ إِلاَّ مِثْلُ مَا يَـجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هٰذِهِ - وَأَشَارَ يَـحْيَى بِالسَّبَّابَةِ - فِـي الْيَمِّ ، فَلْيَنْظُرْ بِمَ تَرْجِعُ ؟

Demi Allah! Tidaklah dunia dibandingkan akhirat melainkan seperti salah seorang dari kalian meletakkan jari-jarinya- Yahya (perawi hadits) berisyarat dengan jari telunjuknya- ke laut, maka lihatlah apa yang dibawa jari-jarinya ?” [Shahîh: HR. Muslim no. 2858 dan Ibnu Hibbân no. 4315-At-Ta’lîqâtul Hisân dari al-Mustaurid al-Fihri.]

Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوْضَةٍ ؛ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَـا شَرْبَةَ مَاءٍ

Seandainya dunia di sisi Allah sebanding dengan sayap nyamuk, maka Dia tidak memberi minum sedikit pun darinya kepada orang kafir. [Shahîh: HR. at-Tirmidzi no. 2320 dan Ibnu Mâjah no. 4110 dari Sahl bin Sa’d Radhiyallahu anhu.]

Saudaraku, betapa rendah dan hinanya dunia ini, janganlah kita terperdaya karenanya, bekerja haruslah tetap dilakukan karena untuk mencari nafkah, namun janganlah kita lalai terhadap kehidupan akhirat. Mari saudaraku kita kumpulkan bekal sebanyak2nya untuk hari esok ( hari kebangkitan )

Kesuksesan

Menurut Prof DR  Jim Collins smua yg mencapai kesuksesan level great itu krn memenuhi 5 syarat utamanya, yaitu: 1) mindset positif 2) impian yg jelas & terukur 3) upgrade diri berterusan 4) membangun kepemimpinan yg kuat dlm diri 5) Good Team Player

Jumat, 13 Februari 2015

Hal Yang Sederhana

Akhmad Rozaq bekerja di satu pabrik pendistribusian daging. Suatu hari, ia pergi ke ruangan pendingin daging untuk memeriksa sesuatu. Sayang, nasib buruk menimpanya. Pintu ruangan itu menutup dan ia pun terkunci di dalamnya tanpa seorangpun yang melihatnya. Karena ruangan pendingin daging itu kedap udara, maka yang di luar tidak mungkin mendengar teriakan dari dalam ruangan itu.                                                                                
Lima jam kemudian, saat Rozaq berada di ambang kematian karena kedingin-an, penjaga keamanan pabrik membuka pintu dan menyelamatkan nyawanya.
Rozaq meminta penjaga keamanan itu menceritakan padanya bagaimana ia bisa membukakan pintu ruang-an pendingin daging itu, karena pekerjaan itu bukan bagian dari rutinitas peker-jaannya.
                                       
Penjaga keamanan itu menjelaskan begini :
"Setiap hari ratusan peker-ja datang dan keluar, tetapi anda adalah salah satu dari sedikit orang yang selalu menyapa dan memberi salam kepada saya di pagi hari ketika datang dan setiap malam ketika hendak mening-galkan tempat ini setelah jam kerja usai. Banyak yang memperlakukan saya se-olah2 saya tidak terlihat.
Hari ini, seperti biasanya, anda menyapa dan mem-beri salam kepada saya saat masuk kerja. Tetapi setelah jam kerja berakhir, saya belum mendengar salam dan ucapan selamat tinggal dari anda.
Oleh karena itu saya memutuskan untuk meme-riksa di sekitar pabrik.
Saya masih berharap men-dengar salam dan kata ‘Selamat pagi / sore’ dari anda seperti biasa setiap harinya.
Karena tidak mendengar kata salam anda itu, saya tahu sesuatu telah terjadi. Lalu, saya berusaha men-cari dan menemukan anda!

What a simple "salam" and 'hello' could lead to million things .........!!!

Takkan mahal harga dan habis waktu hanya bebe-rapa detik untuk sekedar saling menyapa ........ tanpa pernah  mem-beda2 kan manusia dengan status sosialnya.

Dan ..... hal kecil ini dapat berdampak luar biasa

Manusia Terbaik

MAN OF THE YEAR

Entah darimana asal usulnya dan apa pula landasannya sehingga ada media cetak yang cakupannya global melakukan semacam kompetisi untuk mencari siapa manusia yang paling hebat di tahun 2014 misalnya.
Kemudian setelah pemenangnya diumumkan, kita termangu-mangu sok mengerti...hehehe.
Sejatinya, manusia terbaik itu bisa dan perlu digapai oleh setiap insan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sudah memberikan kisi-kisinya kepada kita sejak 1400 tahun yang lalu.
Untuk menjadi manusia yang paling baik, jagalah ahklak kita. Akhlak itu adalah apapun yang kita tunjukkan dengan sikap spontan dalam pergaulan sosial dan sikap mental yang selalu positif di dalam hati. Akhlak yang mulia akan terlihat dari refleksi orang-orang yang ada di sekelilingnya. Jika akhlak orang itu baik, maka orang-orang yang ada di sekitarnya tidak akan merasa risih dan tidak nyaman.
Oh iya, ahklak itu menular lho! Jaga dia baik-baik ya, karena akhlak yang buruk akan menular kepada buruknya akhlak anak dan pasanganmu!

٥٥٦٩ - حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُلَيْمَانَ سَمِعْتُ أَبَا وَائِلٍ سَمِعْتُ مَسْرُوقًا قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو ح و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ شَقِيقِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ مَسْرُوقٍ قَالَ دَخَلْنَا عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو حِينَ قَدِمَ مَعَ مُعَاوِيَةَ إِلَى الْكُوفَةِ فَذَكَرَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَمْ يَكُنْ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا وَقَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَخْيَرِكُمْ أَحْسَنَكُمْ خُلُقًا

5569. Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Umar telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Sulaiman saya mendengar Abu Wa`il saya mendengar Masruq dia berkata; Abdullah bin 'Amru berkata. Dan diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al A'masy dari Syaqiq bin Salamah dari Masruq dia berkata; "Kami pernah menemui Abdullah bin 'Amru ketika kami tiba di Kufah bersama Mu'awiyah, kemudian dia ingat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata; "Beliau tidak pernah berbuat kejelekan dan tidak menyuruh untuk berbuat kejelekan." Lalu (Abdullah bin Amru) berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kalian ialah yang paling bagus akhlaknya." (HR. Bukhari)

Catatan:
Hadits ini senada dgn HR Tirmidzi No. 2537 dan HR.Ahmad No. 6478

Kamis, 12 Februari 2015

Kesuksesan

Anda tentu sering mendengar bahwa
orang-orang sukses memiliki cara pikir yang berbeda
- bahwa mereka entah bagaimana telah terprogram
untuk memiliki kinerja yang tinggi. Ada gagasan yang
mengatakan bahwa beberapa entrepreneur
menggabungkan kemampuan analisis dan penalaran
dengan optimisme, kreativitas, pemecahan masalah,
dan keterampilan.
Tetapi, orang-orang sukses terkadang juga memiliki
pikiran negatif dan membatasi diri karena merasa tidak
mampu. Yang berbeda adalah cara mereka
mengidentifikasi dan bereaksi terhadap hal tersebut.
Berikut adalah pikiran yang dapat membatasi,
membunuh, dan menghancurkan kesuksesan.
1. "Saya bukan ahli."
Apakah Anda pernah mengatakan kepada diri sendiri,
lagi dan lagi, bahwa Anda bukanlah seorang ahli?
Tidak ada yang memulai karirnya sebagai seorang
ahli. Keahlian dibangun dari waktu ke waktu. Maka,
Anda harus membuat diri Anda menjadi seorang ahli.
Ketika sedang menangani sebuah proyek atau bisnis,
jangan tanyakan apakah Anda seorang ahli atau
bukan. Sebaliknya, tanyakan apakah Anda mencintai
pekerjaan itu atau tidak.
Jika Anda suka pada pekerjaan Anda, Anda akan
melakukan apa saja untuk mengerjakannya. Pada
sebagian besar bidang usaha, untuk menjadi seorang
ahli, Anda membutuhkan waktu dua tahun untuk
belajar secara intens. Proses ini dimulai dengan
menerima bahwa pengalaman belajar sebagai sebuah
perjalanan. Dan pastikan bahwa Anda menyukai
pekerjaan itu, dan ingin menghabiskan banyak waktu
untuk mengerjakannya.
2. "Ini sudah dikerjakan."
Beberapa ide memang benar-benar baru, namun
lainnya merupakan hasil dari pengembangan dari ide
sebelumnya. Jadi, jangan pernah berpikir untuk
menyerah, hanya karena Anda menganggap hal itu
sudah pernah dilakukan oleh orang lain. Meski dalam
bisnis, ada baiknya untuk menjadi yang pertama,
tetapi pendiri PayPal Peter Thiel memiliki pemikiran
berbeda, "Lebih baik menjadi yang terakhir."
3. "Saya tidak tahu orang yang tepat."
Jangan membatasi diri Anda dengan berpikir bahwa
jaringan sosial yang tidak luas akan karir Anda gagal.
Jika Anda hanya memiliki sedikit kenalan, maka ini
adalah saat yang tepat untuk memperluas jaringan
sosial Anda. Kerja keras Anda pasti terbayar, jika
Anda mengerjakannya dengan sepenuh hati.
4. "Saya tidak bisa."
Berhentilah berpikir bahwa Anda tidak bisa melakukan
hal tersebut. Jika Anda terus memikirkannya, Anda
akan terjebak dalam pikiran negatif itu. Tanpa Anda
sadari, Anda akan mulai berpikir bahwa karir Anda
tidak akan berkembang karena Anda tidak kompeten
sama sekali.
5. "Saya perlu uang untuk menghasilkan uang."
Sangat mudah untuk berpikir bahwa salah satu alasan
kenapa orang lain bisa sukses adalah karena mereka
pergi ke sekolah bergengsi atau memiliki keterampilan
pribadi yang unggul. Memang, sebagian orang bisa
sukses karena mereka memiliki uang dan koneksi.
Namun, ada lebih banyak orang di luar sana yang
bisa sukses tanpa koneksi dan uang.
Sangat mudah untuk menggunakan isu ini sebagai
alasan untuk tidak berkembangnya karir Anda. Tetapi,
sebagian orang justru memanfaatkan itu sebagai
motivasi. Kurangnya sumber daya yang Anda miliki
akan mendorong Anda untuk menjaga tim tetap
ramping dan pikiran tetap segar.
Inilah lima racun pikiran yang dapat membunuh karir
Anda. Jadi, jangan biarkan Anda terjebak dalam
pikiran negatif di atas, karena itu bisa membunuh
karir Anda.

Rabu, 11 Februari 2015

Jangan Khawatirkan Rezekimu

"Jangan Khawatirkan Rezekimu, Khawatirkanlah Amalanmu"

Janganlah khawatirkan rezekimu, karena Allah sudah menjaminnya untuk semua yang hidup.
Tapi khawatirkan amalanmu, karena Allah tidak menjamin Anda masuk surga.

Simaklah dengan seksama uraian indah Ibnul Qayyim rahimahullah berikut ini:

"Fokuskanlah fikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Janganlah menyibukkan dengan rizki yang sudah dijamin untukmu. Karena rizki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin Allah. Selama masih ada ajal, rizki pasti datang. Jika Allah dengan hikmahNya berkehendak menutup salah satu jalan rizkimu, Dia pasti dengan rahmatNya membuka jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu." (Kita Al-Fawaid, hal 57)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

"Wahai sekalian manusia bertaqwalah kepada Allah dan perbaguslah usaha mencari rezeki, karena jiwa tidak akan mati sampai sempurna rezekinya walaupun kadang agak tersendat-sendat. Maka bertaqwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mengusahakannya, ambillah yang halal dan buanglah (jauh-jauh) yang haram." (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan Al Albani dalam Shohih Ibnu Majah no. 1741)

"Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah." (An-Nahl: 114).

"Jauhi oleh mu penghasilan yang haram, karena kami mampu bersabar atas rasa lapar tapi kami tak akan mampuh bersabar atas neraka." Ini adalah perkataan seorang istri kepada suaminya pada zaman generasi Salaf dahulu ketika ia mengantar suaminya keluar rumah. (Kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin)

وَلَقَدْ مَكَّنَّاكُمْ فِي الْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ

"Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur." (Al-A’raf: 10),mks