Translate

Senin, 31 Oktober 2016

Berani Berkata Benar dengan Pemimpin

Belajar Berani kepada Imam Nawawi: Berkata-kata Haq kepada Penguasa Zalim

Oleh: Anwar Djaelani

Inpasonline.com-Jihad paling utama adalah berkata-kata yang haq di hadapan penguasa zalim. Sayang, tak banyak yang berani melakukannya dan di antara yang sedikit itu Imam Nawawi adalah salah satu teladan terbaik. Seperti apa kisah dia?

Berani, Berani!

Imam Nawawi ulama besar. Dia lahir di Nawa, dekat Damaskus, pada 631 H. Karya tulis dia sangat banyak, antara lain: Syarh Shahih Muslim, Riyadhus Shalihin, Al-Arba’in an-Nawawiyah, Al-Adzkar, dan Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab (panduan hukum Islam yang lengkap).

Kisah berikut ini adalah sebuah ‘cermin’. Kala itu tak ada yang berani ber-amar ma’ruf nahi munkar dengan mengingatkan Sang Raja yang salah, kecuali hanya Imam Nawawi. Jika yang lain tak mau menerima resiko buruk sebagai akibat berani mengritisi Raja, maka –sebaliknya- Imam Nawawi tak gentar mengamalkan ajaran Islam yaitu dengan mengatakan yang haq itu haq dan yang bathil itu bathil kepada siapapun.

Alkisah, saat itu di Syam -negeri tempat Imam Nawawi tinggal- berlangsung musim kemarau yang panjang. Tanah pertanian kering, ternak banyak yang mati. Paceklik datang, rakyat melarat.

Di saat-saat itu, negeri terancam bahaya lain. Ada dugaan, bangsa Mongol dan Tartar (bangsa yang dikenal kejam dan memusuhi Islam) akan menyerbu dan menghancurkan Kerajaan Syam.
Raja Zhahir Baibars –penguasa Syam- memerintahkan seluruh rakyat Syam agar membayar Dana Perang. Raja telah memanggil seluruh ulama untuk dimintai pertimbangan. Dana Perang harus terkumpul dan para ulama akan dijadikan alat legitimasi.

Banyak ulama yang menyetujui. Ada juga yang tak menyetujui dan bahkan menentangnya, namun setelah diintimidasi akhirnya mereka menyetujui dan ikut menyosialisasikannya. Meski begitu –ternyata-, masih ada seorang ulama yang tetap bersikukuh tak setuju. Dia adalah Imam Nawawi.

Puncaknya, Raja mengumpulkan semua ulama di Istana untuk mengesahkan “Undang-undang” itu. Imam Nawawi datang dengan muka yang tegak. Berbeda dengan ulama lainnya, yang menunduk.

Acarapun dimulai. Semua ulama menunduk, kecuali Imam Nawawi. Dia biasa-biasa saja. Dia memandang ke arah Raja beserta para pembesar yang mengelilinginya.
“Mengapa Anda tak menyetujui perintahku, wahai Tuan Imam? Apakah Anda lebih senang bila kerajaan kita diduduki musuh?” Demikian tanya raja kepada Imam Nawawi.

Imam Nawawi diam,  tak  segera   menjawab. Dia faham, Raja sedang murka. Sesaat mata Imam Nawawi bersitatap dengan mata Sang Raja. Tetapi, Sang Raja ‘kalah’. Sorot mata Imam Nawawi tajam karena tidak ada yang dia takuti kecuali Allah saja. _“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama”_ (QS Faathiir [35]: 28).

Setelah keadaan tenang dan Raja telah kehabisan kata-kata, Imam Nawawi berkata: “Sesungguhnya rakyat Syam sekarang telah melarat. Berat bagi mereka untuk membayar Dana Perang. Tapi, terkait Dana Perang, bukankah masih ada dana lain yang dapat ditarik? Dana itu sangat banyak dan agaknya mencukupi. Selama sumber lain masih ada, maka saya tak mau menyetujui perintah Tuan yang berakibat lebih menyengsarakan rakyat. Mengapa Tuan masih memberi beban kepada rakyat yang lebih berat lagi, sementara penghasilan mereka tak cukup untuk biaya makan?”

Suasana mencekam. Sejurus kemudian, Raja berkata: “Coba tunjukkan, sumber yang manakah itu?”

Tangkas Imam Nawawi menjawab: “Bukankah dahulu Tuan adalah seorang budak belian? Setelah Tuan menjadi Raja sekarang ini, bukankah Tuan belum menebus diri Tuan sendiri? Berapakah harga tebusan diri Tuan?”

Situasi semakin mencekam. Para ulama amat kagum dan heran, mengapa Imam Nawawi seberani itu.

“Tidak hanya itu saja! Tuan mempunyai 1.000 pegawai. Setiap pegawai itu mempunyai pakaian-pakaian kebesaran yang mewah dan ditaburi emas permata,” terang Imam Nawawi.
Raja diam dan merah padam wajahnya. Imam Nawawi meneruskan ilustrasinya: “Masih ada lagi! Tuan pun mempunyai 100 dayang-dayang. Sekujur badan mereka itu penuh dengan pakaian kemegahan bertabur emas permata. Bila Tuan mau menanggalkan semua pakaian kemegahan dari para pegawai dan dari dayang-dayang itu, pastilah dapat membiayai pertahanan negara.”

Seluruh yang hadir tak ada yang berani menegakkan kepalanya. Semua tunduk, takut. Mereka berpikir: “Apakah gerangan hukuman yang akan diterima Imam Nawawi?”
Benar, Raja-pun murka: “Sudah, sudah! Tak patut Anda mengatakan hal-hal itu di majelis ini!”

Imam Nawawi menukas: “Saya pun tidak patut membujuk rakyat dengan jalan memberi fatwa supaya mereka mau membayar Dana Perang sebelum Tuan sendiri berlaku adil.”
Raja lalu bertitah: “Sekarang juga Anda  mesti  keluar  dari  Negeri  Syam  ini! Sekarang juga!”
Imam Nawawi menyambut: “Baik! Saya akan pergi dari negeri ini!”
Setelah itu, rapat bubar. Hari itu juga, Imam Nawawi pergi ke kampung halamannya sendiri (yang masih daerah Syam juga).

Perkembangan berikutnya, menarik. Seluruh ulama Syam meminta Raja agar keputusan mengusir Imam Nawawi dicabut, sekaligus Sang Imam diminta kembali ke Kota Damaskus lagi. Kata mereka, “Dia ulama shalih! Dia pemimpin kami. Kami tak mau dipisahkan dari dia. Maka, kami mohon, agar dia dikembalikan lagi ke Kota Damaskus ini.”

Raja reda murkanya. Dia sadar, bahwa rakyat tak bisa dipisahkan dari para ulamanya. Maka, dibentuklah panitia untuk menyambut Imam Nawawi. Tetapi, “Aku tidak akan kembali ke Damaskus, selama Raja masih berada di kota itu! Aku akan masuk ke Damaskus, bila Raja telah keluar dari sana,” tegas Imam Nawawi ke para utusan Raja dan para ulama yang menjemputnya.

Sekitar sebulan setelah itu, Sang Raja meninggal. Lalu, Imam Nawawi kembali ke Damaskus.

Jejak Mulia

Imam Nawawi wafat pada 676 H. Sang Imam telah meninggalkan banyak jejak dakwah yang fenomenal termasuk saat beliau memeragakan dengan indah ajaran mulia ini: _“Jihad yang paling utama adalah kalimat haq yang diucapkan pada raja (penguasa) yang zalim” (HR Abu Dawud dan Turmudzi).

http://inpasonline.com/new/belajar-berani-kepada-imam-nawawi-berkata-kata-haq-kepada-penguasa-zalim/

Dosen Liberal

*Dosen Liberal*

Dosen yang terkenal liberal itu mulai berceramah. Namun, ia tidak langsung masuk ke mata kuliahnya. Ia justru berbicara tentang fenomena umat Islam yang menurutnya pemarah. Ada yang memprotes adzan, marah. Ada yang membakar Al Quran, marah. Ada yg melecehkan surat Al Maidah, marah.

Padahal, menurutnya, yang dibakar itu hanya kertas. Sedangkan Al Quran yang sebenarnya ada di *_lauhul mahfudz_*. Tak bisa dibakar, tak bisa dilecehkan.

_“Saya benar-benar heran dengan umat Islam. Terlalu lebay, menurut saya. Hanya karena ada yang menginjak mushaf Al Quran, mereka marah lalu ribuan orang menggelar demonstrasi di mana-mana. Padahal yang dibakar itu cuma kertas. Hanya media tempat menulis Al Quran. Al Quran aslinya ada di lauhul mahfuzh,”_ kata dosen itu.
_“Saya pikir para mahasiswa harus dicerdaskan soal ini.”_

Ruang kuliah itu hening beberapa saat. Sebagian mahasiswa agaknya setuju dengan pemikiran sang dosen. Hingga kemudian, seorang mahasiswa yang dikenal cerdas mengacungkan tangan.

_“Memang Al Quran itu, hakikatnya ada di lauhul mahfuzh,”_ katanya sambil berjalan mendekati dosen.

_“Maaf, Pak. Boleh saya melihat makalah Bapak?”_
Wajah mahasiswa lainnya menegang. Mereka khawatir akan ada insiden yang tidak terduga antara mahasiswa yang dikenal sebagai aktifis dakwah itu dengan dosennya yang liberal.

_“Makalah ini bagus Pak,”_
Wajah-wajah yang tadinya sempat tegang kini normal kembali. Namun itu hanya sesaat, karena setelah itu, mahasiwa tersebut melempar makalah ke lantai kemudian menginjaknya.
_“Sayang sekali analisanya kurang komprehensif”_

Tak cukup menginjak. Ia ludahi makalah itu kemudian ia injak-injak lagi. Praktis makalah tersebut menjadi kotor dan rusak.

Di dekatnya, sang dosen melotot. Mukanya merah padam. Kedua telapak tangannya menggenggam erat.

_“Kurang ajar! Kamu menghina karya ilmiah saya. Kamu menghina pemikiran saya,”_ kata sang dosen sembari melayangkan tangannya ke arah mahasiswa. Namun, dengan cekatan mahasiswa itu menangkisnya.

_“Marah ya Pak? Saya hanya menginjak kertas. Saya hanya meludahi kertas. Saya hanya melecehkan kertas. Saya tidak melecehkan pemikiran Bapak karena pemikiran Bapak ada di kepala Bapak. Saya kan tidak menginjak kepala Bapak. Saya pikir Bapak harus dicerdaskan soal ini.”_

Mendengar itu, sang dosen tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia seperti mendapatkan serangan balik yang mematikan. Segera, buku-bukunya dikemasi dan ia meninggalkan ruang kuliah itu dengan muka merah padam.

*Semoga tambah ilmu pengetahuan untuk kita semua*

Minggu, 30 Oktober 2016

Kehidupan

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

" TELUR "
Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar, maka kehidupan di dalam  telur akan berakhir.

Tapi......
Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari dalam, maka kehidupan baru telah LAHIR.

HAL-HAL BESAR selalu dimulai DARI DALAM.

Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa
•langit itu selalu biru,
•Bunga selalu mekar,
•Mentari selalu bersinar

Tapi ketahuilah bahwa Dia selalu memberi:

*Pelangi di setiap badai,
*Senyum di setiap air mata,
*Berkah/manfaat  di setiap cobaan,
*Jawaban di setiap doa.

Jangan pernah menyerah sahabat.
Terus berjuanglah.

“Life is so beautiful..”.

* Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan perjalanan maka nikmatilah.
* Hidup adalah tantangan, hadapilah.
* Hidup adalah anugerah, terimalah.
* Hidup adalah tugas, selesaikanlah.
* Hidup adalah cita-cita, capailah.
* Hidup adalah misteri, singkapkanlah.
* Hidup adalah kesempatan, ambillah.
* Hidup adalah lagu, nyanyikanlah.
* Hidup adalah janji, penuhilah.
* Hidup adalah keindahan, bersyukurlah.
* Hidup adalah teka-teki, pecahkanlah.

1 hal buat kita Bahagia adalah CINTA
1 hal buat kita bertambah Dewasa adalah MASALAH
1 hal buat kita Hancur adalah PUTUS ~ ASA
1 hal buat kita Maju adalah USAHA
1 hal buat kita Kuat adalah DOA.

Dan Alloh SWT .. Ridhlo.....

Ya Hayyul Qayyum…
Tambahkan ilmu pengetahuan kami. Mudahkan rizqi kami. Mulyakan diri dan keluarga kami. Angkat derajat kami.

Ya Mujiib, kabulkanlah seluruh doa-doaku.

آمين... يَا رَ بَّالعَـــالَمِيْن.

Jumat, 28 Oktober 2016

Kebiasaan yang Sering Muncul

Kebiasaan Yang Sering Muncul
1.ajakan melakukan kebajikan.....haruslah memang menjadi kebiasaan kita (in shaa Allah....orang yang menuju taqwa) dan sekaligus memang perintah Allah untuk hamba hamba-Nya yang kepingin ber untung/sukses dan bahagia,ex .Qs.al-Ash,
Untuk mewujudkan semua itu, Allah mengisyaratkan,hendaknya manusia melakukan semua itu dengan ikhlas untuk mencari keridhoan Allah.
Bagaimana mengaplikasikan ikhlas....di Qur'an dan hadits telah banyak di jelaskan,bisa dengan cara sembunyi sembunyi atau terang terangan,
Secara character yang sembunyi lebih berpeluang untuk ikhlas, tapi.....juga belum pasti ikhlas,begitu juga sebaliknya.....
Yang pasti hanya Allah dan pelakunya yang tau.....
2.melihat padatnya arus informasi yang berada di sekitar kita, yang......maaf,cenderung yang jelek,ke sia siaan,kemaksiatan.....kuat mempengaruhi kita.....
Untuk itulah menurut saya, kita perlu zona/lingkungan yang kondusif....ex....ajakan untuk tahajud, mengaji, ber laku adil,memuliakan orang tua,rumah Allah,dll
Karena jika hal itu tidak kuat di munculkan, maka yang negatif akan merajai/menguasai suasana lingkungan di sekitar kita....
Ex.....wanita dan laki laki menggunakan pakaian seminim mungkin,mereka santai,cuek......bagaimana resiko dari prilaku mereka? Ada kah orang mau menegur?
Lalu di saat yang sama ada wanita pakai jubah dan laki laki pakai Jenggot dan celana cingkrang?...
Terkadang orang lebih tertarik mengurus pakaian yang ke-2(muslim ttt),
Sementara kalau di lihat dampak negatifnya.....in shaa Allah akan lebih banyak ,pada busana mode yang ke-1.....
Untuk melihat ke ikhlasan,...kita sama sama tidak tau...
Tapi saya akan lebih ber terima kasih jika lingkungan saya lebih banyak menggunakan busana mode ke-2,
Begitu juga akhir akhir ini,saya mensosialisasikan dzikir dengan melafalkan hingga bibir betul betul bergerak dan penghayatan,dengan cara ini Qalbu akan ber proses,ber beda dengan zikir tanpa menggerakkan bibir...(bisa di coba),umumnya tidak sampai menggerakkan Qalbu,.....sehingga dampak ke character akan berubah....( hasil penelitian Qalbu Madani)
Ada pertanyaan....apakah pola dzikir dengan bibir terlihat dan keluar bacaan lembut/syir..dengan penghayatan...
Apakah nanti tidak di katakan riyak......
Saya jawab saat itu yang tau hati orang yang ber dzikir siapa?....
Bukankah Allah dan dirinya....
Dzikir seperti itulah yang di lakukan di zaman rasulullah dan para sahabat.....
Saya ber tanya balik.....kenapa anda ragu untuk melakukan itu....karena takut di anggap riyak....
Sementara di sana sini, di jalan, di banyak tempat,orang ber nyanyi,tertawa, teriak......
Mereka nggak perduli dan tidak ada sekitar nya yang mengoreksi nya...
Mengapa fenomena ini berbalik
Yang menampakkan kebaikan menjadi bahan koreksi saudara kita yang muslim dan umum,sementara yang ber prilaku yang tidak tepat, bahkan yang melanggar agama....tidak menjadi bahan koreksi untuk banyak lapisan di masyarakat?
3.saudaraku....pergeseran pemahaman pemahaman mendasar sudah banyak bergeser,saya katakan nyaris Indonesian menjadi sekuler......
Coba kita perhatikan, 2-3 periode di atas kita....
Beliau jika akan melakukan sesuatu....yang di pikirkan awal adalah bagaimana menurut agama,.....jika di perbolehkan,...baru bertindak....tapi bagaimana sekarang atau anak anak kita?
Untuk melakukan sesuatu kita jarang terpikirkan, agama membolehkan/tidak?
Ex....mulai masalah peran wanita di masyarakat/sosial dan pekerjaan?
Wanita dalam rumah tangga
Poligami, politik dll
Saya merasakan semuanya sudah bergeser.....
Kalau orang bicara semua itu untuk moderenisasi,biar berkwalitas...dll
Kalau kita ingin melihat kwalitas dari suatu bangsa,maka kita harus melihat peradaban yang pernah ada di muka bumi ini.
Coba kita lihat peradaban yang paling kuat dan cepat di bangun yang pernah ada di muka bumi ini hanya 1,peradaban islam
Hanya 23 th...rasulullah mampu merubah jazirah arab dan sekitar nya,hanya memerlukan waktu 60th(dari rasulullah menerima wahyu-khalifah ali bin abi thalib)...1/2 lebih dari dunia ,berada dalam naungan islam...
Adakah sistem,manusia dan apapun namanya....
Melebihi dari peradaban islam?
Lalu mengapa dalam hidup kita....jarang menggunakan islam(Qur'an dan Hadits)sebagai literatur utama dalam pemikiran kita?
Saudaraku.....
Saatnya kita ber satu,dukung semua kebaikan yang dilakukan saudara kita,selama tidak mengajak ke musyrikan....
Do'akan saudara kita untuk lebih baik dan sempurna....
Karena musuh yang nyata sudah dihadapan kita,terang terangan.....dan berani melawan kita......
Maka tunjukkan lah rasa syukur kita pada Allah dengan selalu menjaga dan mengurus agama-Nya,....maaf dan mks (dr.Arajs)

Rabu, 26 Oktober 2016

The Last Lecture

"THE LAST LECTURE"
(Pengajaran Terakhir)

KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP ANDA LEBIH BAIK

   Terdiri atas : 
-- Personality
-- Community and
-- Life. 

Berikut penjelasannya.

   A.  PERSONALITY :

1. Jangan membandingkan hidup kita dengan orang lain karena kita tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui.

2. Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada diluar kendali kita, melainkan salurkan energi kita menuju kehidupan yang dijalani saat ini, secara positif

3. Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan kemampuan kita.

4. Jangan memaksa diri kita untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna.

5. Jangan membuang waktu kita yang berharga untuk gosip.

6. Bermimpilah saat kita bangun (bukan saat tertidur).

7. Iri hati akan membuang-buang waktu, karena kita sudah memiliki semua kebutuhan kita.

8. Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan siapapun di masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan kita saat ini.

9. Hidup terlalu singkat untuk membenci siapapun itu. Belajarlah untuk mencintai kebaikan orang lain.

10. Berdamailah dengan masa lalu kita agar hal tersebut tidak menganggu masa ini.

11. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan kita kecuali kita.

12. Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan kita berada di sini sebagai pelajar. Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang kita dapat bertahan seumur hidup.

13. Senyumlah dan tertawalah.

14. Kita tidak dapat selalu menang dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan.

      B. COMMUNITY :

15. Hubungi keluarga kita sesering mungkin, terutama orangtua.

16. Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain, terutama tetangga.

17. Ampuni setiap orang untuk segala hal

18. Habiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun.

19. Coba untuk membuat paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari.

20. Apa yang orang lain pikirkan tentang kita bukanlah urusan kita.

21. Pekerjaan kita tidak akan menjaga kita di saat kita sakit, tetapi keluarga dan teman kita. Tetaplah berhubungan baik

           C. LIFE :

22. Jadikan Allah sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan kita.

23. Allah menyembuhkan segala sesuatu.

24. Lakukan hal yang benar.

25. Sebaik / seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah.

26. Tidak peduli bagaimana perasaan kita, bangun, berpakaian, dan keluarlah !

27. Yang terbaik belumlah tiba.

28. Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan.

29. Ketika kita bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Allah untuk itu.

30. Jika kita mengenal Allah, kita akan selalu bersukacita.
So, Be Happy.

Mati tidak menunnggu Tua.....
Mati tidak menunggu sakit...
Nikmati hidup..........
Sebelum hidup tidak bisa dinikmati.

Selasa, 25 Oktober 2016

RAHASIA ZUHUD ULAMA IMAM HASAN AL-BASHRI

RAHASIA ZUHUD
ULAMA IMAM HASAN AL-BASHRI !!!

1. AKU TAHU rizqiku tidak akan diambil orang lain, karena itu hatiku selalu tenang.

2. AKU TAHU amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal shaleh.

3. AKU TAHU ALLAH Ta'ala selalu memperhatikanku, karena itulah aku malu jika ALLAH melihatku sedang dalam maksiat.

4. DAN AKU TAHU kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan ALLAH...

🌿 Jangan tertipu dengan usia MUDA karena syarat mati tidak harus TUA !

🌿 Jangan terpedaya dengan tubuh yang SEHAT karena syarat mati tidak mesti SAKIT !

🌿 Jangan terpedaya dengan harta kekayaaan sebab si kaya pun tidak pernah menyiapkan kain kafan buat dirinya meski cuma selembar !

🌿 Mari terus berbuat BAIK, berniat untuk BAIK, berkata yang BAIK-BAIK, memberi nasihat yang BAIK, meskipun tidak banyak orang yang mengenalmu dan tidak suka dengan nasihatmu. Cukuplah Allah yang mengenalimu lebih dari pada orang lain !

🌿 Jadilah JANTUNG yang tidak terlihat, tetapi terus berdenyut setiap saat hingga kita terus dapat hidup, berkarya dan menebar manfaat bagi sekeliling kita sampai diberhentikan oleh-NYA !

🌿 WAKTU YANG KUSESALI ADALAH JIKA DARI PAGI HINGGA MATAHARI TERBENAM, AMALKU TIDAK BERTAMBAH SEDIKITPUN, PADAHAL AKU TAHU SAAT INI UMURKU TERUS BERKURANG (Ibnu Mas'ud r.a).mks

Peluang Syurga

Peluang Syurga

Bgmn kita sbg umat terakhir Nabi Muhammad SAW tdk merasa untung, bahagia & penuh harap dg memperhatikan hadist berikut:

- Saya akan mendatangi pintu Syurga pd hr Kiamat dg mengetuknya, penjaga Syurga bertanya"Siapa kamu? "Aku jwb                       " Muhammad" lalu penjaga Syurga mengatakan "Demi engkau saya diperintah tdk membuka pintu ini bagi siapapun seblm engkau " (HR Ahmad dr Anas),
**Harapan kita siapa tahu kita sdh berada di belakang Rasulullah saat itu? Aamiin

- Saya diberi 5 perkara yg tdk diberikan kpd seorang rasulpun seblm ku yaitu :1. Aku ditolong dg rasa kantuk yg dialami oleh musuh selama 2 bln, 2. Aku diberi kunci2 bumi, 3.Dijadikan bumi bagiku sbg tempat sujud yg suci, 4. Dijadikan umatku sbg umat terbaik, 5.Diberikan syafaat & bukti kenabian yg diutus kpd kaumku & diutus utk seluruh manusia seluruhnya ( HR Buchori & Muslim)
** Smoga kita bisa mengaplikasikan shg menjadi umat terbaik; insyaa Allah

- 70 ribu orang umatku memasuki syurga tanpa hisab, wajah2 mereka spt bln purnama & hati mereka satu, lalu aku minta tambahan, kemudian Allah Yang Maha Tinggi &  Mulia memberi tambahan setiap 1 orang membawa 70 ribu orang lagi (HR Ibnu Marduya dr Ibnu Abbas)
** 70 ribu dikali 70 ribu kan 4,9 milyard? siapa tahu kita termasuk salah satunya, aamiin..Yra..
Allahu A'lam bi showab .. 🌿.mks