Translate

Jumat, 18 Desember 2015

Apa Yang Kita Cari di Dunia Ini

"APA YANG  KITA CARI  DI DUNIA INI...?"

Beginilah al-Qur’an bertutur, membuat sebuah panduan yang berharga untuk setiap muslim, bahwa apa yang kita tuju menentukan cara kita untuk sampai kepadanya......

(1). URUSAN Berdzikir (Sholat), perintahnya adalah “Berlarilah!”

“Wahai orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan sholat Jum’at, maka BERLARILAH kalian MENGINGAT Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jum’ah : 9)

(2). URUSAN Melakukan Kebaikan, perintahnya adalah “Berlombalah!”

“Maka BERLOMBA-LOMBALAH dalam berbuat KEBAIKAN.” (QS. Al-Baqarah : 148)

(3). URUSAN Meraih Ampunan, perintahnya adalah “Bersegeralah!”

“Dan BERSEGERALAH kamu menuju AMPUNAN dari Tuhanmu dan menuju SURGA…” (QS. Ali Imron : 133)

(4). URUSAN Menuju Allah, perintahnya adalah “Berlarilah dengan cepat!”

“Maka BERLARILAH kembali ta’at kepada ALLAH.” (QS. Adz-Dzaariyat : 50)

(5). TAPI... URUSAN Menjemput Rizki (Duniawi), perintahnya HANYALAH “Berjalanlah!”

“Dialah yang menjadikan bumi mudah bagimu, maka BERJALANLAH di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari RIZKI-Nya.” (QS. Al-Mulk : 15)

Jika selama ini  kita  berlari mengejar dunia yang seharusnya CUKUP DENGAN BERJALAN, maka seharusnya urusan yang ukhrowi lebih kencang sekali larinya, tetapi jika tidak seimbang akan membuat diri kita lelah.

Semestinya kita memahami, kapan kita perlu BERLARI, atau menambah kecepatan lari kita, atau bahkan CUKUP BERJALAN saja.     Ya Allah, ampuni kami, bimbinglah kami…!
                                                                                                 Yaa Allah ya  Tuhan kami
janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau tunjuki kami dan berilah kami dari hadiratMu rahmat
karena Engkau Maha Pemberi, Ya Allah kokohkan lah aku dari kemungkinan terpelesetnya iman dan berilah
aku petunjuk dari kemungkinan tersesat. Ya Allah
sebagai mana Engkau telah memberi penghalang
antara aku dan hatiku dan berikanlah penghalang
antara aku dengan setan serta perbuatannya. Ya Allah aku mohonkan padaMu jiwa yang tenang dan tentram yang percaya pada pertemuan denganMu dan ridha atas putusanMu serta merasa cukup puas dengan pemberian-Mu.” aamiin. (Abu Dirro).

Cetakan Allah

Saudaraku.....jalan terbaik untuk kita selamat dan bahagia dalam kehidupan di dunia dan akhirat...adalah terletak dari sejauhmana perhatian kita pada pelaksanaan agama,coba lihat jaman ke emasan islam,pada saat Rasulullah dan ke-4 sahabatnya ( khulafaur rosyidin),beliau mampu merubah peradaban jazirah arab dan sekitarnya hanya 23 th (Rasulullah ) dan para khulafour rosyidin 29 th.....total 52th.........saat itu lebih dari 1/2 dunia di kuasai islam..sementara ingris,prancis,amerika,china,monggol,persia dan romawi....untuk membentuk peradapan membutuhkan waktu ratusan dan bahkan ribuan th?mengapa mereka bisa hebat?,karena hidup mereka hanya bersumberkan Al-qur'an dan sunnah Rasul(saat beliau sudah meninggal),mengapa mereka bisa hebat,karena mereka setelah menyelesaikan kewajiban yg berhubungan dunia,mereka kembali kepada Al-Qur'an,membaca,mempelajari dan merealisirnya......itulah generasi Qur'ani......kita bisa mengahafal sesuatu,kita bisa bercerita sesuatu dan apapun yg kita lakukan,di situ peran Allah sangat mutlak....untuk itu...sayangi waktu kita dg kembali kepada pola Allah,sampai akhirnya kita mampu mendapatkan shibghah Allah(celupan/cetakan Allah),kita betul betul tercetak dg standart kemuliaan dan kebahagiaan dg standart Allah....maaf dan mks ( dr.Arajs )

Rabu, 16 Desember 2015

Cara Optimalkan Otak

TAUKAH ANDA MANFAAT MEMBACA ALQUR'AN SAAT MAGHRIB DAN SUBUH ??

Tahukah Anda ? Ternyata Membaca Al-Qur'an Setelah Maghrib & Subuh Itu Manfaatnya Luar Biasa , Menurut hasil penelitian, ternyata membaca Al-Qur’an setelah waktu sholat Maghrib dan Subuh itu dapat : "Meningkatkan Kecerdasan Otak sampai 80 %. "

Hal ini karena disana ada pergantian dari siang ke malam dan dari malam ke siang hari.

Disamping itu, ada tiga aktivitas sekaligus, yakni membaca, melihat dan mendengar.

Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang itu kuat ingatan atau hafalannya, diantaranya:

1. Menyedikitkan makan

2. Membiasakan melaksanakan ibadah shalat malam

3. Dan membaca Al-Qur’an sambil melihat kepada mushaf

Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat manusia, dan juga memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca dengan Kitab Suci Al-Qur’an.

Selain itu, membaca Al-Qur’an juga mendatangkan pahala dari Allah SWT.

Dokter ahli jiwa, Dr. Al Qadhi melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat (AS) berhasil membuktikan bahwa hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, maka seorang Muslim itu, baik mereka yang bisa berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan sebagai berikut:

1. Fisiologis yang sangat besar terhadap
penurunan depresi dan penurunan kesedihan

2. Memperoleh ketenangan jiwa

3. Menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yg dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya.

Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik.
Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bahwa membaca Al-Qur’an berpengaruh besar hingga 97 % dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984 disebutkan, Al-Qur’an terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97 % bagi mereka yang mendengarkannya. Masya Allah…

Untuk itu, mari sekarang ini kita mulai meluangkan waktu kita beberapa menit dari 24 jam di hari kita, yang diberikan oleh Allah SWT untuk membaca, merenungi, mentadaburi dan memahami isi yang ada didalam Kitab Suci Al-Qur’an..

Selasa, 15 Desember 2015

Detik Detik Terakhir Rasulullah

MENDULANG HIKMAH DARI PERISTIWA DETIK-DETIK PERPISAHAN DENGAN SANG KEKASIH

📌 Sang kekasih itu adalah Rasulullah shahallahu alaihi wasallam tercinta......

Dekatnya ajal Rasulullah shahallahu alaihi wasallam ditandai dengan diturunkannya Surat An-Nashr. Surat An-Nashr diturunkan pada pertengahan hari Tasyriq di Mina pada waktu Haji Wada’.

Berkata Ibnu ‘Umar ;

نَزَلَتْ هَذِهِ السُّوْرَةُ بِمِنَى فِيْ حَجَّةِ الْوَدَاعِ، ثُمَّ نَزَلَتْ "اَلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ" [المائدة: 3] فَعَاشَ بَعْدَهُمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَمَانِيْنَ يَوْمًا. ثُمَّ نَزَلَتْ آيَةُ الْكَلَالَةُ، فَعَاشَ بَعْدَهَا خَمْسِيْنَ يَوْمًا. ثُمَّ نَزَلَ "لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ" [التوبة: 128] فَعَاشَ بَعْدَهَا خَمْسَةٌ وَثَلَاثِيْنَ يَوْمًا. ثُمَّ نَزَلَ "وَاتَّقُوْا يَوْمًا تُرْجَعُوْنَ فِيْهِ إِلَى اللَّهِ" فَعَاشَ بَعْدَهَا أَحَدًا وَعِشْرِيْنَ يَوْمًا.

“(Surat An-Nashr) turun di Mina ketika Haji Wada’. Kemudian turun, “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku.” (QS. Al-Maidah : 3).

Setelah turunnya kedua wahyu ini Nabi shahallahu alaihi wasallam hidup selama 80 hari.

Kemudian turunlah ayat Kalalah (Kalalah adalah seorang yang meninggal dunia yang tidak meningalkan bapak dan anak). (QS. An-Nisa’ : 176). Setelah turunnya ayat ini Nabi shahallahu alaihi wasallam hidup selama 50 hari.

Lalu turun ayat, “Sungguh telah datang kepada kalian seorang Rasul dari kaum kalian sendiri” (QS. At-Taubah : 128). Setelah turunnya ayat ini Nabi shahallahu alaihi wasallam hidup selama 35 hari.

Kemudian turun ayat, “Dan takutlah kalian (pada) hari yang waktu itu kalian semua dikembalikan kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah : 281). Setelah turunnya ayat ini Nabi shahallahu alaihi wasallam hidup selama 21 hari.” (Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, 20/103).

Pada akhir bulan Shafar tahun 11 Hijriyah Rasulullah shahallahu alaihi wasallam keluar menuju Uhud, lalu beliau mendoakan para syuhada’ Uhud. Kemudian menuju mimbar dan bersabda;

إِنِّيْ فَرَطَ لَكُمْ وَأَنَا شَهِيْدٌ عَلَيْكُمْ إِنِّيْ وَاللَّهِ لَأَنْظُرُ إِلَى حَوْضِيْ الْآنَ وَإِنِّيْ أُعْطِيْتُ مَفَاتِيْحَ خَزَائِنُ الْأَرْضِ أَوْ مَفَاتِيْحَ الْأَرْضِ

“Sesungguhnya aku mendahului kalian, aku akan menjadi saksi bagi kalian. Sungguh aku sekarang telah melihat telagaku, dan sungguh aku telah diberikan kunci-kunci simpanan bumi atau kunci-kunci bumi.” Shahihul Bukhari, 5/6218.

Kemudian Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pergi ke pekuburan Baqi’ mengucapkan salam kepada para penghuninya dan memintakan ampun untuk mereka.

▪PERMULAAN SAKIT :

Hari Senin tanggal 29 Shafar tahun 11 H, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengalami sakit kepala dan merasakan panas yang sangat. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengalami sakit selama 13 atau 14 hari, namun Rasulullah shalallahu alaihi wasallam masih sempat mengimami shalat berjama’ah sekitar 11 hari.

▪PEKAN TERAKHIR SEBELUM WAFAT :

Sakit Rasulullah shalallahu alaihi wasallam semakin parah, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tinggal di rumah ‘Aisyah radhiyallahu 'anha. Selama tinggal di sana, ‘Aisyah membacakan Surat Muawwidzaat; Surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas, kemudian ditiup dan diusapkan ke tubuh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dengan tangan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

▪ LIMA HARI SEBELUM WAFAT :

Ketika beliau merasakan kesehatannya agak membaik, maka beliau masuk masjid dengan kepala diikat. Lalu duduk di atas mimbar dan berkhutbah di hadapan manusia;

لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُوْدَ اِتَّخَذُوْا قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجَدَ

“Allah Ta'ala melaknat atas orang-orang yahudi yang telah menjadikan kuburan para Nabi-nabi mereka sebagai masjid.” HR. Bukhari Juz 4 : 4177.

▪ EMPAT HARI SEBELUM WAFAT:

Empat hari sebelum Rasulullah shalallahu alaihi wasallam wafat, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam masih sempat shalat Maghrib dengan mambaca Surat Al-Mursalat. Namun pada waktu Shalat Isya’, sakit beliau semakin berat, sehinga beliau tidak kuasa untuk keluar.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bertanya kepada Aisyah ;

أَصَلَّى النَّاسَ قُلْنَا لَا هُمْ يَنْتَظِرُوْنَكَ قَالَ ضَعَوْا لِيْ مَاءً فِي الْمَخْضَبِ قَالَتْ فَفَعَلْنَا فَاغْتَسَلَ فَذَهَبَ لِيَنْوِءَ فَأُغْمِيَ عَلَيْهِ ثُمَّ أَفَاقَ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَصَلَّى النَّاسَ قُلْنَا لَا هُمْ يَنْتَظِرُوْنَكَ يَا رَسُوْلَ اللَّهِ قَالَ ضَعَوْا لِيْ مَاءً فِيْ الْمَخْضَبِ قَالَتْ فَقَعَدَ فَاغْتَسَلَ ثُمَّ ذَهَبَ لِيَنْوِءَ فَأُغْمِيَ عَلَيْهِ

“Apakah orang-orang sudah shalat?” Kami berkata, ”Belum, mereka menunggu engkau.” Beliau bersabda, ”Letakkan air bejana untukku.” Kami pun melakukannya. Lalu beliau mandi dan hendak bangkit, namun beliau pingsan. Kemudian sadar dan bersabda, ”Apakah orang-orang sudah shalat?” Kami berkata, ”Belum, mereka menunggu engkau, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, ”Letakkan air bejana untukku.” Kemudian beliau duduk dan mandi, lalu beliau hendak bangkit, namun beliau pingsan lagi.” Muttafaq ‘alaih. HR. Bukhari Juz Juz 1 : 655, lafazh ini miliknya dan Muslim Juz 1 : 418.

▪ DUA HARI SEBELUM WAFAT :

Pada hari Sabtu, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam merasakan sakitnya agak ringan. Maka dengan dibopong dua orang, beliau keluar untuk shalat Zhuhur. Sementara Abu Bakar sedang mengimami shalat. Ketika Abu Bakar melihatnya, maka Abu Bakar berusaha untuk mundur, namun Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memberikan isyarat kepadanya agar tidak mundur. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam didudukkan di samping kiri Abu Bakar , Abu Bakar mengikuti shalatnya Rasulullah shalallahu alaihi waasallam dan memperdengarkan takbir kepada makmum. (Ar-Rahiqul Makhtum, Shafiyurrahman Mubarakfuri).

▪ SEHARI SEBELUM WAFAT :

Pada Hari Ahad, sehari sebelum Rasulullah shalallahu alaihi wasallam wafat. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memerdekakan hamba sahaya, beliau bersedekah sebanyak sembilan dinar, senjata beliau dihadiahkan kepada kaum muslimin. (Ar-Rahiqul Makhtum, Shafiyurrahman Mubarakfuri).

Pada malam harinya ’Aisyah meminjam minyak untuk lampu dari tetangganya. Saat itu baju besinya digadaikan kepada seorang yahudi untuk mendapatkan tiga puluh sha’ gandum. (Shahihul Bukhari, 4/4197).

▪ HARI TERAKHIR SANG KEKASIH :

Pada hari Senin, ketika kaum muslimin Shalat Shubuh diimami oleh Abu Bakar, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam membuka tirai rumahnya untuk melihat mereka, beliau tersenyum dan tertawa. Abu Bakar mundur ke barisan shalat, karena ia mengira bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam akan shalat. Namun Rasulullah shalallahu alaihi wasallam melambaikan tangannya dan memberikan isyarat agar mereka meneruskan shalatnya. Kemudian beliau masuk kembali ke kamarnya dan menutup tirai rumahnya. (Shahihul Bukhari, 4/4183).

Di waktu Dhuha Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memanggil Fathimah , lalu membisikkan sesuatu kepadanya, ia pun menangis. Kemudian Rasulullah shalallahu alaihi wasallam membisikinya lagi, lalu ia tersenyum. Di kemudian hari setelah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam wafat, ‘Aisyah bertanya kepada Fathimah tentang kejadian tersebut.

Maka Fathimah menjawab;

سَارَّنِيْ النَّبِيُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ يَقْبِضُ فِيْ وَجْعِهِ الَّذِيْ تُوُفِّيَ فِيْهِ فَبَكَيْتُ ثُمَّ سَارَّنِيْ فَأُخْبِرَنِيْ أَنِّيْ أَوَّلُ أَهْلِ بَيْتِهِ يَتْبَعَهُ فَضَحِكْتُ.

“Nabi shalallahu alaihi wasallam membisikkan kepadaku bahwa beliau akan meninggal dunia karena sakit yang dideritanya, maka aku menangis. Kemudian baliau membisikiku lagi memberitahukanku bahwa akulah dari kalangan keluarganya yang pertama kali menyusulnya, maka aku tersenyum.” HR. Bukhari Juz 4 : 4170.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mencium Hasan dan Husain , lalu berwasiat kepada keduanya. Beliau berwasiat kepada isteri-isterinya. Dan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga berwasiat kepada kaum muslimin;

اَلصَّلَاةُ، وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ.

“Shalat dan (perhatikanlah) hamba sahaya yang kalian miliki.” As-Sirah Nabawiyah, 4/473.

▪ SEKARATUL MAUT :

Hari Senin tangga 12 Rabi’ul Awwal tahun 11 Hijriyah pada waktu Dhuha, tepat usia Rasulullah shalallahu alaihi wasallam 63 tahun lebih
[15/12 20:40] Bgl Hanafi Cik Nur: empat hari. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berada dipangkuan ‘Aisyah .

Saat itu ‘Abdurrahman bin Abi Bakar datang membawa siwak. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memandang ke arahnya. ‘Aisyah bertanya, “Maukah aku ambilkan (siwak tersebut) untukmu?” ‘Aisyah tahu bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyenangi siwak. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menganggukkan kepala, tanda setuju. Dikunyahlah siwak tersebut oleh ‘Aisyah dan digosokkan ke mulut Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Di hadapan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam terdapat air dalam sebuah wadah. Beliau memasukkan kedua tangannya ke dalam wadah tersebut dan mengusapkan ke wajahnya, dan bersabda;

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، إِنَّ لِلْمَوْتِ لَسَكَرَتُ.

“Tidak ada Sesembahan yang berhak untuk disembah selain Allah, sesungguhnya setiap kematian ada sekaratnya.”

Setelah selesai bersiwak, beliau mengangkat tangannya dan jarinya, matanya memandang ke arah langit-langit, bibirnya bergerak-gerak.’ Aisyah i berusaha mendengarkan kata-kata yang beliau ucapkan;

مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيْقًا. ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ عَلِيْمًا.

“Bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi, para shiddiqun, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah sebaik-baik teman. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah yang Maha Mengetahui. ”

اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ، وَأَلْحِقْنِيْ بِالرَّفِيْقِ الْأَعْلَى، اَللَّهُمَّ الرَّفِيْقِ الْأَعْلَى.

“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, pertemukan aku dengan teman yang tinggi (kedudukannya). Ya Allah, pertemukan aku dengan teman yang tinggi (kedudukannya).”

Beliau mengulangi kalimat tersebut sebanyak tiga kali, kemudian tangan beliau lemas dan akhirnya ruh beliau terpisah dari tubuhnya. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

▪ KESEDIHAN YANG MENDALAM YANG DIALAMI PARA SAHABAT :

Berita wafatnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam segera tersebar seantero Madinah.

Anas radhiyallahu anhu berkata;
“Tidak pernah aku melihat hari yang lebih bersinar terang, kecuali saat Rasulullah a datang ke negeri kami. Dan tidak pernah aku melihat yang lebih kelam dan gelap, selain hari wafatnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.” (Ar-Rahiqul Makhtum, Shafiyurrahman Mubarakfuri).

‘Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu pada awalnya tidak dapat menerima berita wafatnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam .

‘Umar berkata;

“Orang-orang munafik berkata bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam wafat. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tidak wafat. Ia hanya pergi menemui Rabb-nya, sebagaimana Musa bin ‘Imran pergi meninggalkan kaumnya selama 40 hari, lalu ia kembali setelah diberitakan bahwa ia telah meninggal dunia. Demi Allah, barangsiapa yang mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah wafat, maka akan aku potong tangan dan kakinya.”

Ketika Abu Bakar radhiyallahu anhu mendengar berita wafatnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ia menuju masjid, kemudian masuk ke kamar ‘Aisyah , lalu menuju jenazah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang telah ditutup kain seluruh tubuhnya.

Abu Bakar radhiyallahu anhu menyingkap muka Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan menciumnya, lalu ia pun menangis. (Shahihul Bukhari, 4/4188).

Kemudian Abu Bakar radhiyallahu anhu keluar menemui manusia, dan berkata;

مَنْ كَانَ مِنْكُمْ يَعْبُدُ مُحَمَّدًا فَإِنَّ مُحَمَّدًا قَدْ مَاتَ، وَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ يَعْبُدُ اللَّهَ فَإِنَّ اللَّهَ حَيٌّ لَا يَمُوْتُ.

“Barangsiapa di antara kalian menyembah Muhammad shalallahu alaihi wasallam , sesungguhnya Muhammad shallahu alaihi wasallam telah wafat. Dan barangsiapa menyembah Allah, sesungguhnya Allah Maha Hidup dan tidak mati.”

Allah berfirman;

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُوْلٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِيْنَ.

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika ia wafat atau dibunuh kalian akan berbalik ke (murtad) belakang? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikit pun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”
Berkata Ibnu ‘Abbas ;

وَاللَّهِ لَكَأَنَّ النَّاسَ لَمْ يَعْلَمْوْا أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ هَذِهِ الْآيَةَ حَتَّى تَلَاهَا أَبُوْ بَكْرٍ فَتَلْقَاهَا مِنْهُ النَّاسُ كُلُّهُمْ فَمَا أَسْمَعُ بُشْرًا مِنَ النَّاسِ إِلَّا يَتْلُوْهَا.

“Demi Allah, seakan-akan manusia tidak mengetahui bahwa Allah telah menurunkan ayat tersebut, kecuali setelah Abu Bakar radhiyallahu saat itu membacanya. Ketika itu semua orang menerima ayat tersebut. Tidak ada seorang pun yang mendengarkan ayat tersebut, kecuali ia ikut membacanya.”

‘Umar radhiyallahu berkata;

وَاللَّهِ مَا هُوَ إِلَّا أَنْ سَمِعْتُ أَبَا بَكْرٍ تَلَاهَا فَعَقِرْتُ حَتَّى مَا تَقَلَنِيْ رِجْلَايَّ وَحَتَّى أَهْوَيْتُ إِلَى الْأَرْضِ حِيْنَ سَمِعْتُهُ تَلَاهَا عَلِمْتُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ مَاتَ.

“Demi Allah, aku tidak pernah menyadarinya sehingga Abu Bakar radhiyallahu anhu membacanya. Aku terpana, kedua kakiku terasa lemas, hingga aku jatuh ke tanah ketika aku mendengar (Abu Bakar y) membacanya. Saat itu aku baru menyadari bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah wafat.”

▪ PENGURUSAN JENAZAH SANG KEKASIH :

Sebelum para sahabat melakukan pengurusan jenazah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam , mereka berselisih pendapat tentang siapa yang menjadi khalifah setelah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam .

Akhirnya para sahabat sepakat memilih Abu Bakar radhiyallahu sebagai khalifah pertama setelah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Hal tersebut berlangsung hingga akhir malam Selasa menjelang Shubuh. Sementara jenazah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam masih diselimuti kain.

Kemudian pada hari Selasa meraka baru memandikan jenazah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tanpa melapaskan kainnya. Yang memandikannya adalah ‘Abbas dan ‘Ali dibantu oleh Fadhl, Qatstsam, Syarqan, Usamah bin Zaid, dan Aus bin Khauli .

Setelah selasai dikafani, para sahabat berselisih dimanakah Rasulullah shalallahu alaihi akan dimakamkan.

Hingga Abu Bakar radhiyallahu anhu berkata, “Tidaklah ada seorang Nabi wafat, kecuali ia dikubur di tempat ia meninggal.” Maka segera Abu Thalhah mengangkat tempat tidur tempat Rasulullah shalallahu alaihi wasallam wafat, kemudian ia menggali lubang dan memuat lahad di dalamnya.

Sementara itu kaum muslimin menshalatkan jenazah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam secara bergantian di rumah beliau. Dimulai dari sanak saudaranya, kaum muhajirin, kaum anshar, wanita, lalu anak-anak. Pengurusan jenazah Rasululah shalallahu alaihi wasallam selasai pada hari Selasa malam Rabu.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya, dan para sahabatnya. Dan penutup doa kami, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.

✒ Abu Ghozie As-Sundawie

Orang Paling Cerdas

Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaqnya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’ (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah)

Shalat Tepat Waktu


MANFAAT LUAR BIASA SHOLAT TEPAT WAKTU⛵⛵

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...

⛵Kita semua tahu bahwa shalat adalah ibadah yang wajib. Pentingnya shalat membuat ibadah ini harus dilakukan bagaimanapun keadaannya.
Bahkan orang sakit selama masih mampu shalat, harus tetap shalat dengan cara yang telah ditentukan.

⛵Namun masih banyak di antara kita yang sering menunda-nunda shalat walau adzan sudah berkumandang.
Shalat tepat waktu memang bukan hal yang mudah di tengah kesibukan kegiatan sehari-hari.

⛵Ada yang capek pulang sekolah saat dzuhur, tertidur pulang kuliah saat ashar, lelah pulang kerja saat magrib, kesiangan saat subuh, masih banyak pekerjaan saat isya, atau mungkin hanya karena malas saja.
Hal-hal seperti itulah yang membuat kita sulit untuk memenuhi panggilan Allah SWT tepat waktu.

⛵Padahal shalat tepat waktu memiliki keutamaan yang sangat besar dan merupakan amalan yang paling afdal, seperti dalam hadis :

📚Abdullah Ibnu Mas’ud RA berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdhal?

” Beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya.

” Aku bertanya lagi, “Lalu apa lagi?

” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.

” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi, ya Rasulullah?

” Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.”(HR. Bukhari)

⛵Dari hadist tersebut kita dapat menyimpulkan betapa pentingnya shalat tepat waktu, dan tentu saja hal tersebut sangat disukai Allah SWT.

⛵Adapun keutamaan shalat tepat waktu adalah :
Di antaranya : ..
🐠1.Dicintai AllahSWT
🐠2. Badan selalu sehat .
🐠3. Dijaga oleh malaikat
🐠4. Diturunkan berkah untuk rumahnya ..
🐠5. Wajahnya akan menunjukkan tanda-tanda orang yang shaleh..
🐠6. Akan berhati lembut
🐠7. Melalui jembatan Shiratal Mustaqim seperti kilat ..
🐠8. Diselamatkan dari siksa api neraka ..
🐠9. Ditempatkan ke dalam golongan orang-orang tidak takut dan bersedih ..

⛵Keutamaan shalat tepat waktu tersebut disampaikan oleh Khalifah Usman bin Affan.

Selain memiliki keutamaan tersebut, shalat tepat waktu akan memberikan manfaat lain, yaitu:

🐠1. Disiplin ..
Banyak yang mengatakan orang Indonesia terkenal suka tidak tepat waktu. Sebagai generasi muda, kita harus membuktikan bahwa hal tersebut tidak benar. Dengan membiasakan diri untuk selalu shalat tepat waktu, maka akan menumbuhkan sikap disiplin dalam diri kita.
Sikap disiplin ini lama-lama akan menyebar juga pada kegiatan lain, tidak hanya shalat. Bagaimana kita bisa disiplin dalam kegiatan berat, bila hal seringan shalat saja kita malas-malasan?

🐠2. Memprioritaskan Allah ..
Dengan suka menunda-nunda shalat karena alasan duniawi, berarti kita menomorduakan Allah SWT. Na’udzubillah ... Dengan selalu melakukan shalat tepat waktu, maka Allah akan menjadi prioritas utama dalam kehidupan kita. Bagaimana doa kita didengar oleh Allah SWT bila kita saja tidak memprioritaskan-Nya?

🐠3. Pandai mengatur ..
Memang banyak halangan untuk melaksanakan shalat secara tepat waktu, misalnya masih di jalan atau dikalahkan oleh rasa lapar. Bila sudah tahu penyebabnya, kita harus dapat memanajemen waktu dan kegiatan.
Misalnya apakah memundurkan kepulangan kita, shalat di tengah perjalanan, atau memajukan kepulangan sehingga dapat shalat tepat waktu.

🐠4. Menggugurkan dosa.
Siapa manusia yang tidak berdosa? Setiap manusia pasti memiliki dosa, namun dosa-dosa tersebut dapat berguguran dengan kita selalu shalat tepat waktu.

📚Seperti sabda Rasulullah :
“Sesungguhnya seorang hamba yang muslim, jika menunaikan shalat dengan ikhlas karena Allah, maka dosa-dosanya akan berguguran seperti gugurnya daun-daun ini dari pohonnya” (HR. Ahmad).

⛵Lalu bagaimana agar kita mudah melaksanakan shalat tepat waktu? ..

🐠1. Niat ..
Niat adalah langkah awal untuk menetapkan hati agar dapat shalat tepat waktu. Dengan niat yang kuat, maka insya Allah apapun yang menghalangi kita untuk shalat tepat waktu tidak akan membuat kita menyerah.

🐠2.Gunakan alarm ..
Manfaatkan fitur alarm dalam ponsel kita tidak hanya untuk bangun pagi, namun buatlah alarm shalat. Buat alarm setiap kali waktu shalat telah tiba. Ini akan membantu kita untuk mengingatkan diri sendiri.

🐠3. Berdoa ..
Berdoalah kepada Allah SWT agar terlindung dari kemalasan dan rintangan.

🐠4. Zikir ..
Sifat malas identik dengan godaan setan. Oleh karena itu perbanyaklah zikir untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.

🐠5. Jadwal shalat ..
Masukkan shalat sebagai jadwal dalam kegiatan kita sehingga mau tidak mau kita harus menepatinya. Kebanyakan orang menjadikan shalat sebagai kegiatan yang diselipkan di atas kegiatan sehari-hari.

🐠6. Mengingat hari akhir..
Dengan mengingat hari akhir, maka kita akan lebih terdorong untuk melakukan shalat dengan tepat waktu.

🐠7. Bergaul dengan orang yang menjaga shalat ..
Dengan berada di lingkungan orang yang menjaga shalat, maka kita pun akan terbiasa untuk menjaga shalat.

🐠8. Menjaga wudhu ..
Kadangkala kita malas shalat karena malas berwudhu, dengan selalu menjaga wudhu maka kita akan lebih merasa ringan untuk melaksanakan shalat dengan segera.

Subhanallah! ..
Semoga kita termasuk orang2 yang tetap istiqamah menjaga sholat 5 waktu secara berjamaah dimesjid khusus untuk laki2. Aamiin.mks

Minggu, 13 Desember 2015

Diri Yang Terampok

(dari ustad kamar sebelah)

Shalat Sunnah Fajar dan Shalat Shubuh Berjamaah
Ketahuilah, bahwa waktu Subuh lebih kejam dari perampok itu. Karena jika anda tertindas sang waktu
Subuh sampai melalaikan shalat fajar, maka anda akan menderita kerugian lebih besar dari sekedar laptop dan
mobil. Anda kehilangan dunia dan segala isinya. Ingat,
“Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya” (HR Muslim).
Waktu Subuh juga lebih menyengsarakan dari sekedar
kemiskinan dunia. Karena bagi orang-orang yang tergilas waktu Subuh hingga mengabaikan shalat Subuh
berjamaah di masjid, maka hakikatnya, merekalah orang-orang miskin sejati yang hanya mendapatkan upah 1/150 (0,7%) saja pahala shalatnya.
“…dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan shalat semalam suntuk” (HR Muslim).
Shalat semalam suntuk adalah shalat yang dikerjakan mulai dari tenggelamnya matahari sampai terbit fajar.
Fantastis! Shalat selama sepuluh jam…, atau kurang
lebih 150 kali shalat! Betapa agung fadilah shalat Subuh berjamaah ini. Betapa malangnya orang yang tergilas
waktu Subuh, orang-orang yang mengabaikan shalat subuh berjamaah di masjid.
Waktu Subuh juga lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin. Mengapa demikian? Tahukah anda
bahwa nabi menyetarakan dengan orang munafik bagi yang tidak mampu melaksanakan shalat Subuh
berjamaah?
“Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat
Subuh. Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid, shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangkak” (HR Bukhari Muslim).
Orang yang tergerus waktu Subuh hingga tak mampu mendatangi masjid untuk shalat berjamaah adalah
orang yang dalam keadaan bahaya, karena disetarakan dengan orang munafik. Padahal, ancaman bagi orang
munafik adalah neraka Jahannam. “Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang- orang kafir di dalam Jahannam” (An Nisa:140).
Bukankah Jahannam lebih berbahaya dari sekedar kobaran api yang disiram bensin?,mks